BARANG BUKTI - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs.Rudy Sufahriadi (tengah) bersama dengan Kepala Bea Cukai Pantoloan Palu, memperlihatkan barang bukti Sabu-sabu seberat 29 kg dalam jumpa pers di Polda Sulteng, Selasa 28 Desember 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Polda Bekuk Lima Tersangka, Satu Warga Malaysia

Palu, Metrosulawesi.id – Polda Sulteng kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sabtu 25 Desember 2021. Kali ini beratnya tidak main-main, mencapai 29 kg dengan lima orang tersangka.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi mengatakan, sabu-sabu seberat 29 kg itu, diduga berasal dari Malaysia. Kemudian dibawa ke wilayah Sulteng menggunakan kapal kayu.

“Dari pengungkapan itu kami mengamankan empat orang tersangka, dan salah satu pelaku warga Malaysia,” kata Kapolda kepada wartawan di Mapolda, Selasa 28 Desember 2021.

Kelima tersangka yang ditahan yakni: Dedi alias DE (39) warga Siboang, Kecamatan Sojol, Rosidin alias RS (43) warga Desa Pesik, Kecamatan Sojol Utara, Sunardi alias SR (36), warga Kecamatan Galang Tolitoli, Andris alias AR (23) warga Desa Sandaran, Kalimantan Timur, dan satu warga negara Malaysia, Hamid alias HM (34). Dia beralamat di Batu 13 Apas Negeri Sabah Malaysia.

Kapolda mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan narkoba tersebut bermula pada 3 November 2021 lalu, personel Ditresnarkoba mendapatkan informasi terkait akan adanya aktivitas penyelundupan narkotika, yang berasal dari Malaysia masuk ke wilayah Sulawesi Tengah melalui jalur laut.

Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih satu bulan, tepatnya Sabtu 25 Desember 2021, personel Ditresnarkoba Polda Sulteng dibantu Bea Cukai Palu, berhasil menangkap salah satu tersangka yang berinisial DE, yang menjadi target operasi, di dusun Dondasa, Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.

“Dalam pemeriksaan, tersangka DE mengakui telah menyimpan narkotika jenis Sabu-sabu di rumah pamannya di desa Balukang Kecamatan Sojol. Atas informasi itu kemudian petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu,” jelas Kapolda.

“Sabu-sabu, yang ditemukan itu berjumlah 29 paket yang beratnya di perkirakan 29 kg,” tambah Kapolda.

Seiring dengan penemuan 29 kg sabu itu, Polisi juga mengamankan sebanyak empat orang tersangka lainnya. Mereka diduga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba itu.

Kapolda juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam memberantas peredaran narkoba. “bagi yang mempunyai informasi, akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Aman Guntoro, menjelaskan, selain 29 paket narkotika jenis sabu seberat 29 kilogram, petugas Ditresnarkoba juga menyita barang bukti berupa satu unit kapal, lima unit handphone, satu pucuk senjata api rakitan, dan tiga butir amunisi.

“Para tersangka yang berjumlah lima orang, beserta dengan barang buktinya, sudah diamankan di Mapolda Sulteng. Dan saat ini masih terus diperiksa terkait dengan pemilik barang haram tersebut,” tuturnya.

Menurut Aman, jika dilihat dari bentuk paket narkotika tersebut, diduga kuat berasal dari RRC (China), dikarenakan bungkus paket tersebut sama dengan beberapa kasus Narkoba yang sudah digagalkan sebelumnya.

“Untuk pemasarannya masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, yang pastinya barang ini masuk di wilayah Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 (dua puluh tahun) seumur hidup atau hukuman mati dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas