Pengurus ABTI Sulteng 2021-2025. (Foto: Metrosulawesi/ Adi Pranata)
  • Siap Kenalkan Bola Tangan ke Masyarakat Luas

Palu, Metrosulawesi.id – Pengurus Asosiasi Bola Tangan Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masa bakti 2021-2025 resmi dilantik pada Minggu (26/12/2021). Usai pelantikan, ABTI yang perdana dibentuk bulan Juli lalu tengah bersiap mengenalkan olahraga bola tangan ke tengah masyarakat luas di daerah setempat.

Pelantikan yang digelar pada salah satu hotel di kota Palu dilakukan langsung oleh ketua umum PB ABTI, Mayjen TNI (purn) Dody Usodo Hargo, secara virtual atau dalam jaringan (Daring). Turut hadir Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng yang diwakili Sekertaris Umum, Husin Alwi, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga daerah setempat.

Dalam penyampaiannya, Mayjen TNI (purn) Dody Usodo Hargo berharap ABTI Sulteng mampu berkembang dengan baik. Terutama bisa ikut dalam pra pon di tahun 2023. Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan di masa awal kepengurusan ABTI.

“Di masa sekarang olahraga ini kurang populer. Belum memiliki sponsor. Jadi teman teman harus lebih berkorban banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Hamzah M.Pd yang didapuk sebagai ketua ABTI Sulteng mengatakan saat ini tengah fokus mengkebut sosialisasi olahraga ke tengah masyarakat luas. Ia mengaku banyak yang menyambut baik olahraga yang pertama kali dipertarungkan pada PON ke-II itu.

“Kami bersama pengurus sudah melaksanakan sosialisasi yang baru dua hari lalu di lapangan futsal pipit Palu,” ujarnya.

Dijelaskan saat ini sudah ada beberapa daerah yang akan dibentuk kepengurusannya, antara lain, Kota Palu, Donggala, Morowali dan Parigi Moutong.

Selain itu, Hamzah mengungkapkan saat ini dari segi Sumber Daya hanya kekurangan wasit. Pelatih bola tangan, menurut dia, sudah bisa dilakukan beberapa anggota terlebih olahraga ini telah diajarkan di bangku perkuliahan.

Ia pun berharap ke depan makin banyak yang meminati cabor bola tangan terutama di daerah Sulawesi Tengah. Sebab menurut Hamzah, permainan bola tangan tidak jauh berbeda dengan futsal hanya saja operannya menggunakan tangan.

Sesuai aturan, setiap tiga langkah pemain harus mengoperkan atau melemparkan bola kepada rekan setim.

“Gawangnya juga sama dengan futsal, hanya saja melemparkan harus jaraknya enam meter dari gawang,” sebut Hamzah.

Ia menambahkan, siap membikin cabor bola tangan Sulteng jadi peserta pada PON berikutnya. Hal ini jadi target besar, tentunya dengan bantuan penuh dari pengurus KONI daerah setempat. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas