Leo Lucky Prasetyo. (Foto: Ist)
  • Akui Bermain Catur Online Hingga 15 Jam Sehari

Palu, Metrosulawesi.id – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Pajak Palu berhasil jadi juara speed chess (Catur Online) dan berhak membawa uang ratusan juta rupiah pada kejuaraan E-Sport Piala Presiden yang digelar di Bali beberapa waktu lalu. Dialah Leo Lucky Prasetyo, pegawai yang saat ini bertugas di kabupaten Parigi Moutong salah satu cabang kantor pajak kota Palu. 

Pada laga final yang digelar di kawasan Nusa Dua Bali tanggal 18 Desember, pria berusia 25 tahun itu berhasil mengalahkan pecatur lainnya asal pulau Jawa, Kosasih, dengan total tiga babak pertandingan. Dia menang pada set pertama dan ketiga dengan waktu yang diberikan empat menit kepada setiap peserta.

Untuk menyandang gelar juara, pria yang akrab disapa Lucky ini terlebih dahulu mengikuti babak kualifikasi yang digelar secara online selama tujuh hari. Persiapan Lucki terbilang tidak mudah, terlebih harus memenuhi tugasnya sebagai abdi negara. Sehabis jam kerja, Lucky yang tinggal di salah satu kos kawasan Parigi ini kemudian menghabiskan waktunya berjam-jam di layar gawai untuk bertanding.  

Selama tujuh hari babak penyisihan, dalam sehari saat jam kerja ia bisa bermain catur selama hampir 5-7 jam. Sedangkan untuk di hari libur, dia bahkan menambah porsi bermainnya hingga 15 jam lamanya. 

“Pada akhirnya saya berhasil meraih 460 kemenangan dari 500 lebih pertandingan, itu sudah cukup membuat saya lolos,” kata Lucki saat dihubungi Metrosulawesi, Kamis (23/12/2021).

Perjuangannya pun terbayar. Dari 40.000-an peserta kualifikasi, Lucki jadi salah satu atlet yang lolos bersama tujuh peserta lainnya dari seluruh pelosok negeri Indonesia.

“Alhamdulillah pada saat itu saya berada di posisi ke enam, dan ikuti babak penyisihan di Jakarta,” katanya.

Ia kemudian lolos ke babak final ke Bali bersama empat peserta dan pada akhirnya keluar jadi jawara.

Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur 25 tahun yang lalu ini mengakui mulai mengenal permainan catur dan belajar secara otodidak sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ia sebetulnya tidak intens bermain dan jarang mengikuti kejuaraan. Gairahnya kembali menggelora semenjak dirumahkan sebab pandemi di awal tahun 2020.

“Karena dirumahkan sebab pandemi gak tau mau ngapain jadi saya mulai main catur lagi,” ucapnya.

Puncaknya ialah setelah boomingnya ‘Dewa Kipas’ di awal tahun 2021.

Meski tak bakal selamanya tinggal di Sulawesi Tengah, prestasi ini patut jadi pemantik bagi atlet-atlet daerah setempat. Terutama di bidang E-sport. Lucky berharap banyak turnamen-turnamen catur yang digelar di Sulawesi Tengah. Sebab diakuinya, selama lima tahun bertugas di turnamen E-sport terutama catur sangat jarang digelar. Anak-anak muda, menurut dia, sudah seharusnya mau ikut andil memajukan dunia E-Sport di Sulawesi Tengah.

“Di tengah perubahan zaman yang sudah kebanyakan online, anak-anak muda sudah seharusnya menunjukan skil dan kemampuannya apalagi saat ini banyak platform yang menyediakan panggung untuk menunjukan kemampuanya di bidang E-sport,” ujar Lucky.

Prestai Lucky ini pun disambut hangat oleh kantor tempatnya bekerja. Setibanya di Palu, ia langsung disambut meriah oleh kolega di kantor Pajak Palu pada, Rabu (22/12/2021). Kepala KPP pratama Palu, Bangun Nur Cahya Kurniawan kepada sejumlah wartawan mengaku bangga sebab prestasi tingkat nasional yang didapat oleh Lucky.

E-sport, kata dia, saat ini jadi olahraga yang paling digemari terutama salah satu cabor yang diperlombakan di ASEAN games di China tahun 2022 mendatang. “Ini suatu kebanggaan bagi kami semuanya, karena mas Leo Lucki ini adalah pegawai KPP pratama Palu. Paling tidak harapan saya ini akan menggairahkan dunia E-Sport terutama di Palu dan pada umumnya di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Bagi Lucki sendiri, kemenangan ini diakui membuatnya merasa puas. Uang hadiah ratusan juta itu rencananya akan digunakan untuk membuka usaha di bidang perikanan dan membantu pembangunan mesjid di tempat kelahirannya di Desa Purwodadi. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas