Moh Fahri. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Memasuki akhir tahun 2021 pendapatan asli daerah Donggala (PAD) mengalami peningkatan sebesar 110,56%. Total pendapatan daerah terealisasi sebanyak Rp23 miliar dari target Rp21 miliar.

Capaian peningkatan ini diperoleh dari pajak hotel, restaurant, reklame, penerangan jalan, galian C, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaaan (PBBP2), dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Misalnya pajak galian C target kami 16 miliar lebih tetapi melewati target yakni sebesar 18 miliar lebih. Jika dipersentasekan mencapai 109,26%, untuk pajak hotel, restaurant, penerangan jalan semua naik, hanya pajak bumi  bangunan pedesaan dan perkotaan saja (PBBP2) yang tidak sampai target hanya 69% saja,” kata Kepala Badan Pendapatan M Fahri, Rabu 22 Desember 2021 di kantornya.

Dijelaskannya capaian peningkatan PAD di tahun 2021 ini tak luput dari kerja keras dan tentunya komitmen wajib pajak yang juga ikut berkontribusi. Sehingga capaian ini tidak berhenti di tahun ini saja, ke depannya harus lebih bagus lagi.

Sebab, katanya lagi untuk tingkat OPD kesadaran akan pentingnya berkontribusi meningkatkan PAD untuk daerah masih rendah juga.

“PAD kita tahun 2021 meningkat, tapi jangan besar kepala dulu, ini adalah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi tahun depan, masih banyak juga OPD kita yang belum komitmen dalam hal retribusi daearah, ada 8 dinas itu yang belum capai target di tahun 2021 ini,” sebutnya.

“Delapan dinas itu pertama Dinkes target RP 603,123,000 namun hanya mampu di angka RP 542,559,000 jika dipersentasekan 89%, paling rendah itu Dinas Perhubungan hanya mampu menyumbang retribusi sebesar Rp 41,609,000 dari target yang diberikan Rp 100,000 jika dipersentasekan hanya 41% saja,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas