Ilustrasi. (Foto: Ist/ google.co.id)

Palu, Metrosulawesi.id – Karena menulis postingan di akun facebook pribadinya, yang berisikan penghinaan terhadap Almarhum Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Al Jufri, terdakwa Muhammad Nasrul alias Abu Annas Albuluri dituntut pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara atau 2,5 tahun penjara.

Tuntutan terdakwa yang dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ini, dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Dwi Eko Raharjo SH. MH, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu, 22 Desember 2021.

Sidang terdakwa Muhamman Nasrul dipimpin Ketua Majelis Hakim Suhendra Saputra SH. MH, didampingi dua hakim anggota. JPU Dwi Eko Raharjo, dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa Muhammad Nasrul bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Sebagaimana diatur  dan diancam pasal 45 A, ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana dalam surat dakwaan alternatif ke satu,” ungkap Dwi Eko Raharjo.

Lanjut jaksa yang kerap disapa Eko ini, bahwa tuntutan pidana 2,5 tahun penjara yang dilayangkan kepada terdakwa Muhammad Nasrul, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

“Tuntutan itu telah berdasarkan pertimbangan yakni hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan rasa permusuhan kepada kelompok Abnaul Khairat, dan perbuatan terdakwa telah menghina keluarga Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri dan Abnaul Khairat,” ujar Eko.

Sementara hal-hal yang meringankan lanjut Eko diantaranya, terdakwa mengakui dan menyesali serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Terdakwa belum pernah dihukum.

“Terdakwa bersama keluarganya telah meminta maaf kepada keluarga besar Abnaul Khairat dan perbuatan terdakwa telah dimaafkan,” tutup Eko.

Atas tuntutan pidana tersebut, terdakwa bersama kuasa hukumnya diberika kesempatan untuk menyiapkan pembelaan pada sidang selanjutnya. Sebelumnya pernah diberitakan kalau terdkwa Muhammad Nasrul anas terjerat ITE karena memuat postingan di akun facebook pribadinya, dimana isi postingan itu berisi kalimat penghinaan terhadap Almarhum Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri.

Postingan itu dibuatnya dan beredar di medsos facebook, bertepatan dihari mendiang tokoh agama ternama di Sulteng itu tutup usia. Adapun tulimat kalimat yang dipostin terdakwa di akun facebook pribadinya sebagai berikut “Alhamdulillah tokoh Ahlul Bid’ah yang terkenal di Sulteng khususnya Palu, telah pergi selamanya semoga Allah memberi balasan atas perbuatannya selama di dunia”. Postingannya itu kemudian menuai kecaman dari masyarakat  terlebih lagi keluarga Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri dan Abnaul Khairat. Dari situ akhirnya terdakwa dilaporkan kepihak berwajib dan terdakwa kemudian diamankan serta diproses guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas