LATIHAN - Salah satu atlet paralayang melakukan latihan di Bukit Salena Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Adi Pranata)
  • Jelang Pra Pon 2023

Palu, Metrosulawesi.id – Usai mendapat medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional XX di Papua, paralayang di Sulawesi Tengah (Sulteng) langsung tancap gas menyambut perhelatan pra-PON pada tahun 2023. Hal ini salah satunya dilakukan dengan merekrut dan menggelar pelatihan bagi siswa baru di bukit Paralayang Kelurahan Salena, Kota Palu.

Hal demikian dijelaskan pelatih paralayang Sulteng, Asgaf Umar, kepada Metrosulawesi, Rabu (22/12/2021). Dia bilang, siswa baru kali ini merupakan angkatan kedua setelah sebelumnya angkatan ke satu dibuka pada tahun 2019 hanya berjumlah lima orang.

“Memasuki bukan ketiga kita sementara ini ada 15 orang, rata-rata mereka yang dilatih adalah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas,” jelas Asgaf.

Asgaf menuturkan, pada proses pelatihannya siswa yang dinyatakan lulus PL 1 atau tingkat dasar apabila sudah mampu melakukan enam jam terbang atau 40 kali flight. Pelatihan saat ini, kata dia, lebih difokuskan pada praktik di lapangan yakni drown handing atau cara melepaskan parasut.

“Nanti kita akan melanjutkan ujian pada akhir bulan, kita berharap akhir bulan mereka sudah PL satu semua,” jelasnya.

“Kita punya target anak-anak ini mewakili pra pon nanti untuk Sulawesi Tengah di tahun 2023,” pungkasnya.

Asgaf menambahkan, ke depan masih akan terus membuka pelatihan agar bisa mencetak atlet paralayang unggulan. Persyaratan kata dia cukup sederhana yang penting sehat jasmani dan tinggi minimal 45 cm. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas