Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol Indra Rathana yang didampingi Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik SupranotoWadirpolairud, serta Wadirpolairud Polda Sulteng AKBP Sirajuddin Ramly, saat meberikan keterangan Pers. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah, pekan kemarin mengamankan lima orang nelayan yang diduga merupakan pelaku destruktif fishing atau bahan peledak bom ikan.

Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol Indra Rathana yang didampingi Wadirpolairud, AKBP Sirajuddin Ramly, dalam keterangan Persnya, Rabu 22 Desember 2021, di Mako Polairud, Polda Sulteng, menjelaskan, lima pelaku destruktif fishing itu, berinisial MBA (27 ), MBB (38) TBS (33)NBS (34), dan UBJ (39).

“Kelimanya warga kabupaten Morowali, yang berprofesi sebagai Nelayan, dan para pelaku diamankan pada Jumat 17 Desember 2021, di perairan Sinoa, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali,” ungkapnya.

Indra juga mengatakan, dari salah satu pelaku yang berinisial TBS, petugas mengamnkan barang bukti bahan peledak, ikan hasil tangkapan dengan bahan peledak, serta sejumlah peralatan lainya.

Dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan, yang hasilnya menangkap empat orang lainnya.

“Untuk barang bukti yang di sita, berupa lima botol bom siap pakai, dua botol air mineral berisikan bahan peledak, satu jerigen ukuran lima liter berisi bahan peledak, empat unit perahu beserta mesin, empat unit kompresor dan sejumlah alat selam,” urainya.

“Saat ini kasus tersebut kini sudah dalam proses penyidikan. Para tersangka terancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1,2 miliar,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas