Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng, Hadiyanto Rasyid. (Foto: Metrosulawesi/ Adi Pranata)

Palu, Metrosulawesi.id – Asosiasi Provinsi PSSI Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya menetapkan kepengurusan tertinggi mereka untuk empat tahun ke depan. Hadianto Rasyid terpilih jadi ketua umum Asprov PSSI Sulteng periode 2021-2025 pada kongres ke IV yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (20/12/2021). Hadianto setelah terpilih mengaku memiliki ambisi untuk merombak kepengurusan PSSI hingga tak ingin sepak bola dijadikan konsumsi politik.

Hadianto sendiri unggul tipis dari pesaing lainnya memperebutkan kursi nomor 1 diAsprov PSSI Sulteng, yakni Farden Saino. Dari total 37 voter, Hadianto memperoleh 19 suara. Ia hanya unggul 1 suara dari Farden, yang memperoleh vote sebanyak 18 suara.

Selain Hadianto, pada kongres itu secara aklamasi menetapkan tujuh anggota eksekutif Komite di badan kepengurusan. Nama-nama itu antara lain Akram yang ditunjuk sebagai wakil ketua umum. Selanjutnya ada nama Ketua DPRD Kota Palu, Moh. Iksan Kalbi, Kamaludin, Ismail Pangeran, Muhammad Hasan, Ahmadi H. B. Buraera, Djamaluddin, Zainuddin, Sapiah Basir, dan Judradiwa Badudu.

Dalam periode Asprov PSSI 2017-2021 sebelumnya, Hadianto Rasyid diketahui didapuk jadi wakil ketua umum di masa kepemimpinan Hj Aminuddin Ponulele yang wafat 11 bulan sebelum kongres pemilihan. Hadianto lantas mengisi kekosongan kursi asosiasi sepak bola tertinggi di Sulteng.

Di masa melanjutkan periode itu, Hadianto mengakui bahwa PSSI di Sulteng masih jauh dari harapan masyarakat terutama pecinta sepak bola di daerah setempat. Masih banyak yang harus dibenahi terutama sepakbola di Sulteng sudah bertahun-tahun minim prestasi di kancah nasional.

Pada pidato visi-misinya, Hadianto menuturkan akan melakukan reformasi di kubu Asprov PSSI Suletng. Politikus partai Hanura ini menyebut keinginannya maju bukannlah untuk mengakomodir kepentingan pribadi. Ia meminta jangan lagi sepakbola di sangkut pautkan ke ranah perpolitikan.

“Mohon maaf ini tidak mengakomodir kepentingan saya, tetapi mengakomodir kepentingan PSSI Sulteng, keinginan masyarakat agar persepakbolaan maju. Jangan lagi persepakbolaan ini masuk ke dalam ranah politik,” ujarnya.

“Jangan ini lagi dijadikan konsumsi politik tetapi kita harus punya tekat bersama harus memberi perubahan yang benar baik kepada PSSI Sulteng,” imbuh dia.

Dalam penjaringan, ada tiga calon yang mengajukan diri menjadi ketua Asprov PSSI Sulteng. Selain Hadianto, dan Farden, ialah Rusdy Mastura yang siap maju jadi caketum. Dua calon akhirnya ditentukan di bilik suara oleh 37 voters setelah Rusdy Mastura mengajukan surat pengunduran diri jadi caketum Asprov PSSI Sulteng.

Farden Saino mengaku meski kalah tetap akan ikut berpartisipasi memajukan dunia persepakbolaan di daerah Sulteng. Dia bilang kalah menang adalah hal yang wajar dalam pemilihan.

“Dalam pemilihan pasti sudah ada yang kalah ada yang menang. Saya ataupun pak Hadi sama saja. Kami berdua komit untuk meningkatkan sepakbola di Sulawesi Tengah ini,” ujarnya.

Pekerjaan Berat Menanti

Setelah terpilih, sejumlah pekerjaan besar di kubu Asprov PSSI Sulteng menanti. Salah satunya meloloskan sepak bola di ajang Perhelatan Olahraga Nasional (PON). Hadianto mengaku bakal secepatnya bersama Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) menyusun program kerja sebagai upaya percepatan kemajuan persepakbolaan di Sulawesi Tengah.

Hadianto salah satunya menyebut tidak akan mempersulit klub-klub yang ada di seluruh daerah Sulawesi tengah. Uang pembinaan, kata dia, segera akan diatur setiap tahun untuk Askab maupun Askot agar bisa mencetak bibit-bibit atlet sepak bola unggulan.

“Saya akan bekerja lebih baik apa yang menjadi keinginan Askab saya akan perhatikan saya akan ikuti, pokoknya kita akan bekerja dengan seluruh askab agar sepakbola di Sulawesi Tengah InsyaAllah akan baik,” ujarnya kepada Wartawan di Palu usai terpilih jadi ketum.

Hadianto juga mengatakan akan secepatnya mencarikan sekretariat untuk Asprov PSSI Sulteng. Sebab selama ini Asprov PSSI Sulteng belum memiliki sekertariat yang tetap. Hal ini pun diakui pada kongres oleh sejumlah pengurus Askab, Askot maupun klub mempersulit proses administrasi.

“Kalau sudah terpilih InsyaAllah sekertariat secepatnyalah (Sekretariat), supaya Askab nanti ada yang layani, mau mampir ada tempat,” kata Hadi.

Selain itu, Hadi mengatakan turnamen-turnamen yang selama ini vakum akan dibicarakan untuk berpotensi diadakan kembali. Begitu juga kata dia dengan target Sepak bola lolos perhelatan PON di tahun 2024. Ini juga sesuai dengan harapan gubernur yang mengharapkan sepak bola bisa bicara banyak di pesta olahraga empat tahunan tersebut.

“Pelajaran PON kemarin, sesek saya. Kita merasa seperti berjalan sendiri insyaAllah ini akan kita persiapkan dengan sebaik-baiknnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Hadianto secara pribadi menyebut jabatan lainnya yang diemban tak jadi penghalang. Salah satunya ialah kini memimpin kota Palu hingga tahun 2024. Dengan bantuan exco dan kepengurusan Askab maupuun Askot diyakini PSSI bisa bergerak cepat sesuai apa yang diharapkan.

“Saya rasa tidaklah ya, apanya yang mengganggu? Kita kan cuma sebagai kordinator seluruh askab yang ada. Yang bekerja di seluruh kabupaten itu kan Askab. Tinggal bagaimana kita duduk bersama membuat program bersama yang masing-masing akan dijabarkan masing-masing oleh askot maupun askab tinggal kita di Asprov menguatkan memberi dukungan dan suport dengan baik. InsyaAllah tidaklah,” katanya. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas