Rits Jacobus De Fretes. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Per 16 Desember 2021

Palu, Metrosulawesi.id – Berdasarkan data Per 16 Desember 2021, tercatat untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Palu telah mencapai Rp860_an miliar.

Saat ditemui Metrosulawesi, Pimpinan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Palu, Rits Jacobus De Fretes mengungkapkan untuk target KUR yang disalurkan selama 2021 ini hanya sebesar Rp690 miliar.

“Kalau hitungan data KUR Super Mikro sebanyak Rp68,4 miliar dengan jumlah sekitar 7.600 debitur. KUR Mikro ada Rp553,9 miliar dengan jumlah 18.594 debitur dan KUR Kecil Rp228 miliar,” ungkapnya, Senin (20/12/2021).

Pihaknya dalam hal ini sudah melampaui target penyaluran dana KUR. Di mana sesuai kesepakatan MOU dengan Gubernur Sulteng pada Juni 2021 total keseluruhan KUR di wilayah Sulawesi Tengah senilai Rp2,1 triliun.

“Posisi hari Sabtu kemarin kuota untuk KUR BRI sudah habis. Sebenarnya itu bukan menjadi kendala, namun merupakan estimasi yang diberikan pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Di satu sisi, kata Rits, terkait KUR hingga kini belum semua tersalurkan kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM. Pasalnya, menurut dia, ini karena terkendala mengenai pemberian daftar kuota yang memang terbatas.

“Kemudian masih banyak pelaku usaha yang belum terjangkau. Kami dari BRI sendiri hanya berfokus ke KUR yang memang di bawah Rp100 juta, atau dalam hal ini KUR Mikro dan Super Mikro sekitar 25 ribu penerima,” tutur Rits.

Bahkan, ia menyebutkan sebagian besar penerima dana KUR yang mendominasi ialah profil bisnis perdagangan biasa. Sementara khusus bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan industri pengolahan belum tersentuh KUR.

“Tahun 2022, kami BRI akan mencoba memperlebar profil bisnis penyaluran. Karena pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sampai dengan posisi Agustus kemarin mencapai 15,9%. Itu merupakan hasil yang luar biasa,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Rits, kondisi perputaran ekonomi Sulteng terlihat sudah mulai berangsur membaik. Selanjutnya, ia mengatakan hal ini pula tentu saja sangat diperlukan sumber-sumber pembiayaan yang memang disalurkan tepat sasaran.

“KUR cocok dengan kondisi masyarakat di Sulteng saat ini yang sementara baru pulih dari bencana alam dan covid 19. Apalagi suku bunga KUR juga mendapat subsidi pemerintah dan cukup rendah hanya 6% per tahun,” ungkapnya.

Begitu pula, kata Rits, untuk pola pembayaran angsuran cukup fleksibel atau tidak harus setiap bulan. Namun, ia mengatakan nasabah KUR bisa membayar per tiga hingga enam bulan sesuai dengan bisnis yang dibiayai.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas