CEK PRODUK - Tim Intensifikasi pengawasan obat dan makanan BPOM Palu melakukan pengecekan langsung produk konsumsi di salah satu swalayan modern di Kota Palu, Selasa, 21 Desember 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Ditaksir Lebih Rp21 Juta

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menggelar program intensifikasi pengawasan pangan dan obat di berbagai perusahaan seperti swalayan, mini, dan hyper market serta toko obat atau Apotek.

Kepala BPOM Palu, Agus Riyanto kepada Jurnalis Metrosulawesi menuturkan, program intensifikasi konsumsi tersebut dijadwalkan selama satu bulan lebih, dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022 mendatang.

“Intensifikasi pengawasan obat dan makanan ini adalah program tahunan menjelang hari raya seperti di momentum Natal dan Tahun Baru 2021 ini,” ucap Agus, Selasa sore, 21 Desember 2021.

Giat mengecek langsung produk di lapangan itu dikatakan Agus dibagi dalam lima tahap. Tahap pertama dilakukan mulai 1 Desember 2021 lalu, yang bukan hanya dilakukan di gerai-gerai Kota Palu, tetapi juga meliputi wilayah Kabupaten Sigi, Donggala, Poso hingga Morowali.

“Sejak tahap pertama sampai kini kami sudah (memasuki) di tahap empat yang mana tim intensifikasi pengawasan pangan dan obat ini turun dua kali dalam sepekan yang langsung menyasar beberapa sarana (gerai) sekaligus,” ungkapnya.

Adapun sasaran dalam pengawasan ini, kata dia,  yaitu tiga klasifikasi seperti produk tanpa izin edar (TIE), pangan kedaluwarsa, dan kemasan rusak.

Agus merincikan sampai di tahap tiga, pihaknya menemukan 29 produk tidak memenuhi ketentuan atau dibagi menjadi 23 produk kedaluwarsa, 5 produk berkemasan rusak, dan 1 produk tanpa izin edar, bahkan tercatat 410 per item produk telah kedaluwarsa. Jika dirupiahkan produk tidak layak konsumsi itu ditaksir Rp.21.300.000.

“Di tahap tiga itu dilakukan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso serta Morowali. Untuk ditahap 4 tim sementara melakukan tugas di lapangan,” imbuh Agus.

Dia mengungkapkan pengawasan langsung itu diharapkan mampu memberikan ketenangan dan keamanan atas produk aman dan bermutu kepada masyarakat umum, khususnya masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru 2022.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas