Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarrusliana menegaskan, anggaran gaji para guru yang lolos Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), akan melekat di batang tubuh APBD Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Anggaran gaji yang diperuntukan untuk para guru PPPK itu kurang lebih Rp 170 miliar, sebab ada sekitar 4.801 guru yang bakal digaji. Informasi kemarin, baru sekitar 483 guru yang lolos PPPK tahap pertama, sehingga masih ada sisanya sekitar 3.000 lebih, jika ini semuanya lulus, maka anggaran yang disediakan Rp170 miliar itu terserap untuk PPPK,” jelas Yudiawati, melalui ponselnya, belum lama ini.

Namun, kata Yudiawati, jika yang lulus PPPK hanya 10 persen, maka sesuai kebijakan Gubernur dan DPRD, sisa anggaran itu sebagian digunakan untuk pembiayaan BOS daerah, sehingga bisa mencapai angka maksimal sekitar Rp 70 miliar sampai Rp 90 miliar.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependikan (PTK) Disdikbud Sulteng, Asrul Achmad mengungkapkan, seleksi PPPK tahap kedua untuk para guru honorer SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Sulteng sedang berlangsung.

“Yang mengikuti PPPK tahap II ini, merupakan guru-guru honorer di sekolah negeri yang tidak lulus tahap pertama, kemudian para guru honorer dari sekolah swasta, yang terdaftar di dalam Dapodik, selain itu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG),” kata Asrul.

Asrul mengatakan, jumlah seluruh peserta yang mengikuti seleksi PPPK tahap kedua, untuk jabatan fungsional guru se-Sulteng sebanyak 9.347 orang.

“Sistem seleksi PPPK itu bukan semua ranah Kemendikbud Ristek, tetapi semua proses seleksi ada dalam satu kepanitian utuh yang bernama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Kemendikbud Ristek hanya memastikan proses seleksi berjalan dengan baik, sementara proses pengumumannya itu kembali ke Panselnas,” ujarnya.

Setelah itu, kata Asrul, terkait dengan proses pemberkasan selanjutnya sudah dilibatkan BKN dan BKD. Hal ini berlaku sama di seluruh Indonesia.

“Dalam satu kali ujian PPPK itu, guru sekaligus sudah melalui seleksi wawancaranya, tes administrasi, dan tes kompetensi teknisnya. Bahkan nilainya langsung muncul lulus atau tidak, sebab sistem rekrutmennya ini semuanya transparan, tidak ada yang disembunyikan,” katanya.

Asrul kembali mengingatkan para peserta bahwa setelah ujian ada pengumuman awal, dimana harus dipahami itu bukan keputusan final, masih ada istilahnya pengumuman pra sanggah, dimana biasanya ada administrasi kurang lengkap, maka perlu diklarifikasi.

“Nanti setelah masa sanggah itu yang final hasilnya. Hal ini harus dipahami oleh peserta agar guru-guru dapat memahami dalam menghindari salah presepsi. Sebab ada yang sudah dinyatakan lulus, akhirnya tidak lulus. Padahal pengumuman awal itu dituliskan pra sanggah, yang masih ada yang perlu diklarifikasi,” ungkapnya.

Asrul mengatakan, untuk tempat pelaksanaan ujian PPPK di Sulteng berada di 18 sekolah yang biasa disebut Tempat Uji Kompetensi (TUK).

“Kami berharap para guru yang mengikuti PPPK intinya mempersiapkan diri saja, karena semua serba komputerisasi, transparan, tidak ada lagi istilahnya pengaturan kedalam,” pungkas.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas