Novel Baswedan, saat memberikan materi melalui aplikasi Zoom. (Foto: Dok. AJI Palu)

Palu, Metrosulawesi.id – Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan  menyebutkan  korupsi Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup menimbulkan dampak yang jauh lebih besar terhadap lingkungan dari pada nilai korupsi yang didapatkan pengusahanya.

“Kerusakan alam ini anomali, negara berkewajiban untuk melindungi kelestarian dan alam. Satu sisi negara mempunyai kewajiban untuk upaya-upaya pembangunan dalam rangka tercapainya kemakmuran dan kemajuan,” demikian dikatakan Novel Baswedan dalam pemaparan materi korupsi dan hukum pada  Pelatihan Investigasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup secara hybrid yang diikuti oleh 10 jurnalis Kota Palu dan 5 NGO,  kerjasama antara AJI Palu, AJI Indonesia, dan kemitraan.

Pelatihan berlangsung selama 7 kali pertemuan setiap Sabtu, Minggu, dan Selasa, sejak Sabtu, 4 Desember hingga Sabtu 18 Desember 2021 di SKP- HAM, Jalan Basuki Rahmat, Lorong Saleko, Kelurahan Birubuli Utara , Kota Palu,.

Novel mengatakan,  ketika dua hal itu dilakukan bersamaan, maka di beberapa kementerian dan lembaga diatur sangat jelas pola-pola kewajiban untuk melakukan  perlindungan, pengelolaan, dan lainnya sehingga dua hal tersebut berjalan bersamaan.

Ia menyebutkan, kerusakan hutan itu tidak hanya terjadi pada masalah tanah dan udaranya, tapi juga berhubungan dengan  debit air sungai yang turun dan lainnya yang berdampak bagi kepentingan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat adat yang memanfaatkan alam sebagai penghidupannya.

“Terkait kerusakan alam ini, kepentingan masyarakat sekitar, yang akan bisa mendapatkan manfaat dari alam sekitar hutan dan lingkungan, sungai , tentu akan sangat sulit dihitung berapa nilainya,”ujarnya.

Belum lagi, kata dia,  upaya untuk mengembalikan kerusakan yang terjadi, tentu butuh waktu sangat lama. Prosesnya butuh biaya sangat besar, dibanding nilai korupsinya.

“Nilai korupsi yang didapatkan pengusaha tidak sebanding dari dampak yang terjadi atau upaya pemulihannya. Apalagi kalau dibanding dengan nilai yang diterima oleh aparat jauh lebih kecil lagi,” pungkasnya.

Sementara materi disampaikan Direktur Yayasan Auriga , Timer Manurung mengatakan, berdasarkan hasil kajian dari negara, pemilik hutan di atas 500 ribu hektare penyebab deforestasi antara korupsi dan pertambahan penduduk.

“Ternyata korupsi merupakan menyebabkan deforestasi jauh lebih besar, dibanding pertambahan jumlah penduduk,” kata Timer Manurung, Minggu, 12 Desember 2021.

Ia menyebutkan korupsi makin canggih, istilah mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas , korupsi  SDA itu dari awal sudah didesain, grand design corruption termasuk peraturannya.

Kata dia, peraturannya yang diubah, sehingga tidak terjadi korupsi. Hal ini bisa dilihat diantaranya dari Undang-Undang Minerba, Omnibuslaw, dan Kehutanan.

Dia mengatakan, akibat kerusakan hutan , dampaknya tidak secara langsung dilihat, tapi  bertahap, seperti contohnya banjir bandang Kalimantan.

“Banjir itu terjadi setelah puluhan tahun hutannya hilang atau kebakaran hutan. Dampaknya merusak banget,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua AJI Palu, Yardin Hasan mengatakan, pelatihan ini sangat relevan bagi Jurnalis di Palu, mengingat Sulteng telah menjadi konsentrasi industri ekstraktif di Indonesia.  

“Pelatihan ini diharapkan mampu memberi perspektif baru dalam liputan isu lingkungan di Sulawesi Tengah,” tandasnya.

Selain dua pemateri tersebut, masih ada pemateri lainnya diantaranya, Peneliti Australia, Elisabeth Kramer dengan materi Korupsi Demokrasi Sosiologi Korupsi, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulteng, Sunardi Katili, dengan materi Ekologi Politik, Divisi Advokasi WALHI Sulteng, Apditya Sutomo bawakan materi  Regulasi  Nasional dan Daerah di Sektor Lingkungan dan Sumber Daya Alam, dan Direktur Pelaksana Majalah Tempo, Agung Wijaya, memberikan materi Investigasi Korupsi di Sektor Lingkungan dan Sumber Daya Alam, serta LBH Pers, Mona Ervita, dengan materi  Mitigasi Risiko dan Menyusun Strategi untuk Keamanan saat Investigasi Korupsi. (edy/***)

Ayo tulis komentar cerdas