PROYEK - Suasana pengerjaan proyek pembangunan Kantor Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu oleh kontraktor lokal pada Jumat, 17 Desember 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Akan Dilakukan Hearing Pihak Terkait

Palu, Metrosulawesi.id – Progres pembangunan kantor kecamatan dan kelurahan tahun 2021 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menuai sorotan Anggota DPRD Kota Palu. Proyek revitalisasi menyeluruh itu telah dipantau langsung oleh beberapa anggota Komisi C (III) Bidang Pembangunan pada Jumat siang, 17 Desember 2021 guna mengecek perkembangan konstruksi bangunannya.

Hasil cek lapangan itu menyimpulkan, mayoritas pembangunan jauh dari sasaran waktu penyelesaian konstruksi, khususnya di pembangunan kantor kelurahan.

Ketua Komisi C DPRD Palu, Anwar Lanasi, mengungkapkan, masa waktu pengerjaan bangunan kemungkinan besar tidak tepat waktu, mengacu dari seluruh tanggal mulai pekerjaan di pertengahan Agustus 2021 selama 120 hari kalender kerja.

“Diketahui bersama tanggal 29 sampai 30 Desember 2021 itu batas akhir pengerjaan. Sementara sekarang sudah masuk akhir Desember. Sulit rasanya bisa rampung sebelum tahun 2021 ini selesai,” keluh Anwar ditemui Jurnalis Metrosulawesi di ruang kerjanya, Kantor DPRD Palu, Senin, 20 Desember 2021.

Dirinya memperkirakan, khusus pembangunan kantor kelurahan masih jauh di bawah 70 persen progres yang selama ini umum dijadikan patokan pengerjaan proyek gedung.

Data perolehan media ini menunjukkan, terdapat empat kantor kelurahan yang dibangun, yakni Kantor Kelurahan Tanamodindi di tahap 60% progres pengerjaan, Kantor Kelurahan Nunu sekitar 42% persen, serta Kayumalue Pajeko dan Mamboro yang paling lambat progres pengerjaannya yaitu 30% dan 40%.

Sementara sektor Kantor Kecamatan Taweli dan Ulujadi jauh lebih signifikan ketimbang progres pengerjaan empat kantor kelurahan di atas, yaitu di angka 80-90 persen.

“Kalau (Kantor Kecamatan) Taweli contohnya, pihak kontraktornya sudah (di tahap pengerjaan) finishing atau penyelesaian atau sudah 90 persen, termasuk sama juga Kantor Kecamatan Ulujadi. Kalaupun menganalisa progres kantor kelurahan, yang paling cepat itu Kantor Kelurahan Tanamodindi yang sisa memasang kaca plafon dan sebagainya,” beber Anwar.

Di samping itu, mayoritas nilai kontrak proyek tersebut paling rendah berjumlah Rp1,3 miliar lebih untuk konstruksi Kantor Kelurahan Kayumalue Pajeko, serta nilai tertinggi sebesar Rp2,1 miliar lebih masing-masing untuk Kantor Kecamatan Ulujadi dan Taweli.

“Dalam beberapa waktu ke depan kami akan panggil pihak-pihak terkait untuk agenda hearing (Rapat Dengar Pendapat) agar kita bisa tahu akar masalah keterlambatan kerja ini,” tandas Anwar Lanasi.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas