BERI ARAHAN - Anggota Exco PSSI, Dirk Soplanit memberikan arahan pada pembukaan Kongres Asprov PSSI Sulteng, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (20/12/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Adi Pranata)
  • Pesan PSSI di Kongres Asprov PSSI Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI Pusat, Dirk Soplanit, menitip sejumlah pesan saat menghadiri pemilihan Ketua Umum Assprov PSSI Sulawesi Tengah periode 2021-2025, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (20/12/2021).

Salah satu titipan pesanan kepada peserta Kongres Asprov PSSI Sulteng, Dirk Soplanit, meminta agar struktur kepengurusan harus dibenahi dengan berdasarkan statuta PSSI.

Dijelaskannya, regulasi dalam PSSI bahwa kepengurusan nantinya tidak lagi membeda-bedakan antara Ketua maupun wakil ketua dan anggota Exco.

Sebab, kata dia, selama ini ada kesalahpahaman yang menganggap bahwa Ketua dan Wakil ketua bukan anggota Exco.

“Kalau di Sulteng itu seingat saya ada tujuh anggota Exco, Ketua dan wakil ketua dan lima anggota. Seluruhnya adalah exco,” kata Dirk Soplanit.

Dengan begitu, menurut dia, struktur kepengurusan di badan Asprov PSSI yakni bersifat kolektif. Keputusan tidak ada di ketua umum PSSI maupun wakil, tetapi ada di seluruh anggota exco.

“Seperti kita bernegara, di DPR tidak ada keputusan ketua DPR, tapi yang ada keputusan anggota DPR,” ujarnya.

Dirk Soplanit juga mengingatkan bahwa kongres PSSI digelar setiap tahun dari empat tahun masa kepengurusan. Ketika memasuki tahun ketiga untuk memasuki ke empat, Asprov PSSI harus membuat regulasi yakni kode pemilihan.

“Di mana kita harus membentuk yang namanya Komite pemilihan dan komite banding pemilihan,” sebut dia.

Selanjutnya, ia juga meminta kepengurusan yang terpilih untuk membentuk komite tetap. Berdasarkan statuta, kata dia komite itu di antaranya mengurusi bidang kompetisi, perwasitan, sepak bola usia dini, futsal, dan komite lainnya. Komite nantinya akan diketuai Anggota Exco dan dilaksanakan oleh Direktur yang bertempat di kesekretariatan.

Demikian, hal-hal inilah yang menurut dia yang idealnya harus jadi pekerjaan rumah ke depan sebagai pembenahan badan kepengurusan baik untuk Asprov, Askot dan Askab.

“Sebab kenapa kita ini kesulitan soal pendaanaan. Meskipun begitu setidaknya kita sudah mengelola Federasi dengan baik,” tuturnya. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas