MENGGELIAT KEMBALI - Sejumlah warga beraktivitas di sebuah kawasan yang dilengkapi wahana bermain di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 18 Desember 2021. Sejumlah tempat wisata menggeliat kembali setelah pemerintah menurunkan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level III menjadi level II sejak akhir November 2021. (Antara Foto/ Basri Marzuki/ nym)
  • Gubernur Minta Perketat Prokes di Tempat Wisata

Palu, Metrosulawesi.id – Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura kembali mengingatkan masyarakatnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan mendukung vaksinasi.

Dikutip dari siaran pers yang diterima, Ahad 19 Desember 2021, gubernur melalui juru bicara Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid Sulteng, Adiman—gubernur mengatakan, capaian sebaran vaksin akhir Desember 2021 sebesar 70 persen. Seluruh masyarakat harus mematuhi prokes. Perayaan Natal dapat dilaksanakan dengan prokes yang ketat.

“Satgas Covid harus memastikan tempat perbelanjaan, kegiatan masyarakat dan tempat wisata harus dipastikan berjalan dengan prokes yang ketat,” kata gubernur.

Gubernur meminta kepada masyarakat agar terus mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).
“Kalau semua mematuhi protokol kesehatan tidak perlu ada kekhawatiran tehadap penularan Covid -19. Tidak perlu takut dan khawatir, yang penting semua kita harus tetap patuhi protokol kesehatan,” kata gubernur.

Gubernur Rusdy terus melihat bagaimana penanganan Covid pada setiap kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tengah, dan menyampaikan apresiasi kepada bupati/walikota, yang dibantu TNI dan Polri yang terus mengambil langkah-langkah strategis dalam penyebaran vaksin. Ada beberapa daerah sebaran vaksinnya sangat menggembirakan, seperti Kabupaten Parigi Moutong, bisa mengejar ketertinggalan dengan Kabupaten Morowali, Buol dan Kota Palu yang sebelumnya sebaran vaksinnya sudah sangat baik.

Gubernur mengatakan, target persentase vaksinasi akhir Desember 2021, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo harus di atas 70 persen. Olehnya Gubernur meminta kepada bupati/walikota, TNI dan Polri agar terus mengambil kebijakan strategis dan penyebaran vaksin kepada masyarakat dengan langkah strategis yang membuat masyarakat butuh vaksin.

Terkait dengan varian Covid Omicron, Gubernur mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan di Sulteng.

“Untuk itu masyarakat yang melakukan perjalanan luar daerah agar terus mematuhi protokol kesehatan supaya tidak terbawa ke daerah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng Adiman menyatakan kasus kumulatif warga yang terpapar Covid-19 saat ini mencapai 47.231 kasus setelah ada penambahan empat orang pada Sabtu.

“Hari ini (Sabtu) ada tambahan empat orang masing-masing tiga orang di Kabupaten Poso dan satu orang Parigi Moutong, terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap (swab) sehingga secara kumulatif 47.231 orang telah terinfeksi Covid-19 hingga hari ini,” kata Adiman di Kota Palu, Sabtu malam.

Sementara itu total pasien Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh hingga kini sudah mencapai 45.565 orang. Kemudian sampai saat ini sudah 1.604 pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia.

“Adapun 62 pasien Covid-19 hingga kini masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Sebanyak 62 orang itu, kata Adiman berada di sejumlah daerah meliputi 22 orang di Morowali, 11 orang di Tolitoli, 10 orang di Sigi, enam orang di Parigi Moutong dan Poso, dua orang di Buol, satu orang di Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali Utara dan Tojo Una-Una.

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat.

“Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng,” terangnya. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas