Mappatunru Usman, ST MT. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Poso Mappatunru Usman, ST, MT optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 realisasinya bisa progresif.

Dia mengungkapkan, hingga pekan kedua Desember baru terealisasi sebesar 70,05 persen atau dari target PAD sebesar Rp 27 miliar, namun baru tercapai Rp19 miliar.

Menurutnya, beberapa strategi telah dilakukan  oleh Bapenda selama dalam pandemi Covid-19 ini untuk mencapai realisasi target PAD.

“Diantaranya melakukan penagihan secara masif,  pengawasan secara berkala hingga memberikan sikap tegas terhadap kelalaian wajib pajak. Harus ada ketegasan dari Bapenda terkait dengan wajib pungut yang lalai terhadap kewajiban pajaknya termasuk memberikan solusi yang ideal bagi objek pajak akibat terdampak Covid 19,” kata Mappatunru Usman, Kamis 16 Desember 2021.

Dengan strategi itu, Bapenda optimis dengan tenggang  waktu yang tersisa, pihaknya mampu mencapai realisasi PAD sesuai target.

Dikatakan Kaban, dasar hukum dari penarikan pajak dalam pencapaian PAD yakni UU Nomor 28  Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang pajak daerah serta Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang jasa retribusi usaha bagi 11 jenis pajak daerah.

“Pendapatan Asli Daerah ( PAD), ada empat jenis  retribusi atau pajak, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan daerah  yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan yang sah, target PAD  perubahan anggaran Tahun 2021 sebesar Rp 107.874.722.453.29, dimana realisasi posisi tanggal 30 Nofember 2021 sebesar 70.05 persen, diharapkan adanya perpanjangan waktu jatuh tempo sampai tanggal 31 Desember 2021, realisasi PAD lebih progressif kenaikannya,” tuturnya.

Diuraikannya, dampak Covid 19 yang menimpa daerah, juga berpengaruh yang mengakibatkan pengurangan pembayaran, seperti usaha rumah makan atau warung, hotel serta beberapa objek pajak daerah lainnya. Sementara khusus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kata Mappatunru,  Bapenda Poso  juga optimis mampu mencapai realisasi sebagaimana yang ditargetkan.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas