Acara pembayaran ganti rugi kepada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang digelar di Aula Kantor Desa Tokilo, Selasa 14 Desember 2021. (Foto: Istimewa)
  • Terkait Hewan Ternak yang Mati

Poso, Metrosulawesi.id – PT Poso Energi dua kali didemo warga adat Pamona terkait ratusan ternak terdiri dari sapi dan kerbau mati dikarenakan luapan air Danau Poso.

Pihak perusahaan PT. Poso Enegy (PE) Sulewana, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya membayarkan ganti rugi 110 ekor hewan ternak milik warga yang mati, yang diduga akibat dampak dari luapan danau Poso.

Hewan ternak yang diganti rugi tersebut terdiri dari 94 ekor kerbau dan 16 ekor sapi merupakan milik warga dari dua desa, yaitu Desa Tindoli dan Desa Tokilo, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso.

Acara pembayaran ganti rugi kepada puluhan Kepala Keluarga (KK)itu digelar, di Aula Kantor Desa Tokilo, Selasa 14 Desember 2021  langsung oleh pihak PT. Poso Energy, disaksikan oleh Kades bersama perangkat desa serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Poso, yang diwakili Asisten 1, Mahmudin Jamal, Asisten III Yusak Mentara, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sebelum dibayarkan, kedua belah pihak antara PT. Poso Energy dan Warga terlebih dahulu menandatangani berita acara, yang berisi kesepakatan terkait angka nominal ganti rugi seperti Induk kerbau Rp6 juta, dewasa Rp 5 juta dan anak kerbau, Rp3,5 juta. Sementara, untuk harga induk sapi senilai Rp 5 juta dan anak Sapi Rp 2,5 ju kota.

Pemkab Poso, selaku tim mediasi percepatan penyelesaian konflik antara PT. Poso Energy dan warga yang diwakili oleh Asisten I pemerintahan Mahmuddin Jamal, kepada warga mengatakan ganti rugi yang terlaksana dengan baik tersebut merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, setelah sebelumnya melewati beberapa kali pertemuan, baik di Kantor Bupati ataupun di desa setempat.

Dia berharap, ganti rugi itu merupakan momentum yang tepat dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar kedua belah pihak, agar persoalan yang muncul di tengah masyarakat akibat aktifitas Poso Energy tidak berlanjut, dan bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan.

“Pemda sebagai tim mediator berharap pembayaran ganti rugi hewan ternak yang mati, hari ini menjadi keputusan yang tepat. Sehingga kedepan konflik antara warga dan perusahaan tidak berkepanjangan,“ ucap Mahmuddin Jamal.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Tokilo, Hertian Tangkua juga menambahkan, jika seluruh data jumlah hewan ternak baik kerbau atau sapi milik warga yang dibayarkan tersebut sudah sesuai dengan laporan dari warga, dan dipatikan jumlah tersebut tidak akan bertambah.

Kades bahkan mengapresiasi Pemda sebagai tim mediasi telah bekerja dengan baik, sehingga PT. Poso Energy cepat menyelesaikan pembayaran ganti rugi hewan ternak warga dari dua Desa tuntas dan terlaksana dengan baik.

“Saya jamin data warga yang menerima kompensasi ganti rugi kematian ternak hari ini sudah betul, dan saya jamin tidak ada lagi ketambahan data, saya yang bertanggung jawab kalau ada lagi warga yang mengeluh tidak masuk daftar,” tegas Hertian saat didampingi Kades Tindoli, Yus Rumlan Manjarara.

Sementara itu Koordinator CSR Poso Energy, Agus Syamsi juga dalam kesempatan tersebut menjelaskan jika seluruh proses pembayaran ganti rugi 110 ekor ternak oleh pihak perusahaan merupakan ganti rugi jangka pendek, dalam artian seluruh hewan yang mati terdata adalah data tahun 2020,sementara untuk ganti rugi jangka panjang akan dibahas pada tahun berikutnya oleh pihak terkait dan dimediasi oleh Pemkab Poso. Diakuinya dari 110 ekor hewan ternak yang diganti rugi dengan uang tunai tersebut berasal dari 61 orang pemilik warga dari Desa Tindoli dan Desa Tokilo.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas