REHAB DAS - Direktur PT Oti Eya Abadi, Sitti Salma Sannang (kiri) foto bersama Kadis Kehutanan Sulteng H. Nahardi di sela-sela penanaman pohon secara simbolis pada rehab DAS di Sigi, Rabu 14 Desember 2021. (Foto: Istimewa)

Sigi, Metrosulawesi.id – PT Oti Eya Abadi bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah (Sulteng) merealisasikan program rehabilitasi DAS (daerah aliran sungai) di Desa Balamoa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Penanaman pohon secara simbolis dilakukan Direktur PT Oti Eya Abadi, Sitti Salma Sannang pada Rabu 14 Desember 2021.

Program rehabilitasi DAS itu juga melibatkan Kepala Desa Bolamoa dan Desa Mantikole, serta masyarakat sekitar kedua desa.

Diketahui bahwa rehabilitasi DAS merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh para pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Penanaman pohon itu tidak hanya memberikan dampak baik ke lingkungan tetapi juga sekaligus dapat memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat terutama peningkatan di sektor ekonomi.

Dalam rangkaian kegiatan penanaman secara simbolis, Salma Sannang mengungkapkan, penanaman rehab DAS tersebut terdiri dari berbagai jenis pohon, mulai dari pohon kemiri, alpokat hingga pohon durian. Rehab DAS dilakukan di atas lahan seluas 300 hektar untuk tahun 2021. Program ini akan dilanjutkan kembali pada tahun 2022 dengan luasan tanam 450 hektar.

“Alhamdulillah telah terlaksana penanaman sejumlah pohon secara simbolik di Desa Balamoa bersama Dinas Kehutanan, KPH Kulawi dan juga masyarakat setempat dalam agenda Rehab DAS PT Oti Eya Abadi. Semoga dalam proses Rehab DAS kali ini dapat memberikan dampak sangat positif terhadap masyarakat setempat,” ungkap Salma.

Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, H. Nahardi mengatakan, tujuan utamanya dari kegiatan rehab DAS untuk pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong dan ditanami tanaman yang produktif.

“Tujuan dari kami ini khususnya juga dari Perusahaan PT Oti Eya Abadi ini adalah melakukan proses pemulihan lingkungan dengan cara memanfaatkan lahan yang kosong atau tertidur, menjadi tanaman yang produktif,” katanya.

“Saya berharap masyarakat turut serta menjaga tanaman ini dengan baik, karena nanti hasil dari pohon Durian, Alpokat hingga Kemiri nantinya itu milik masyarakat untuk dipergunakan sebaik-baiknya” tambahnya.

Kegiatan rehab DAS di Desa Balamoa mendapat respon positif dari masyarakat.

“Kami sangat berterimakasih kepada perusahaan PT Oti Eya Abadi bersama Dinas Kehutanan Sulteng yang memperhatikan Desa kami,” kata Kades Balamoa, Kristiyanus.

“Saya bersama masyarakat disini akan terus mengawal proses penanaman serta turut terlibat dalam tahap perawatannya, karena pohon yang ditanam di sini memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasar,” tambahnya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas