Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Politeknik Nosarara Nosabatutu kini diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sulteng. Pemprov mengalokasikan dana hibah sebesar Rp1,8 miliar untuk pembiayaan operasional kampus itu.

Seperti diketahui, Politeknik Nosarara Nosabatutu ini di dalam perjalananya berdiri pada tahun 2010, awalnya dulu itu SMK 4 Palu, berlahan-lahan lahirlah menjadi Politeknik. Dalam perjalanannya ada beberapa jurusan di kampus itu, yang berkaitan dengan hasil olahan bumi yang ada di Sulawesi Tengah, termasuk adalah Cokelat dan Rotan.

Demikian dikatakan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, saat dihubungi Metrosulawesi melalui ponsel, Kamis, 16 Desember 2021.

“Kemudian bertambah jurusan Kelautan atau Kemaritiman, Rekayasa Mesin dan Perkantoran, setelah itu berjalannya waktu, sekolah ini tetap Politeknik tetapi di bawah yayasan. Tetapi kenyataannya mereka sedikit sulit bergerak karena pembiayaan sangat tinggi. Kalau berbicara soal Politeknik, waktu itu sempat diusulkan menjadi Politeknik Pemerintah Provinsi, tetapi waktu itu kita terlambat karena lebih dahulu Politeknik yang ada di IMIP,” jelas Yudiawati.

Akhirnya, kata Yudiawati, Politeknik itu masih diambil alih tetap oleh yayasan, tetapi saat ini pengelolaan sudah diserahkan ke pemerintah provinsi, sehingga untuk tahun depan 2022, pemerintah provinsi akan mengalokasikan biayanya melalui dana hibah yang sebesar Rp1,8 miliar, untuk biaya operasional termasuk membayar honor dosen, bahkan penyiapan sarana prasarana apabila itu memang dibutuhkan.

“Berkas Politeknik sudah diserahkan ke provinsi, tinggal aset tanah dan gedung, sehingga provinsi kedepan akan menjadikan Politeknik beralih status menjadi negeri di bawah Kemendikbud Ristek RI, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pusat, menurut dari Kementerian pendirian baru Politeknik itu tidak bisa karena ada moratorium, tetapi jika pengembangan itu bisa namun kebijakannya berada di tangan Mendikbud Ristek,” katanya.

Olehnya itu, Yudiawati mengaku, telah membuat suatu analisis dan kajian Politeknik, dan kajian ini diupayakan selesai di awal tahun 2022, dan akan dibawa langsung pak Gubernur ke Mendikbud.

“Apabila kebijakan itu disetujui oleh Mas Mendikbud Ristek, maka penerimaan mahasiswa baru di 2022 itu, insya allah Politeknik sudah di bawah naungan Kemendikbud Ristek RI,” ujarnya.

Menurut Yudiawati, Politeknik saat ini masih berjalan, dan mahasiswanya pada Sabtu mendatang akan diwisuda. Lembaga pendidikan itu kurang lebih memiliki ratusan mahasiswa, bahkan beberapa mahasiswanya sudah magang di Jepang.

“Jadi yayasan itu ‘kolaps’, tetapi diambil alih oleh provinsi karena memang tujuannya kita untuk mencerdaskan, dan tidak membuat sekolah itu untuk mati. Tetapi karena Politeknik ini tidak bisa menjadi kewenangan kita, maka kita hanya mampu memberikan hibah untuk tahun depan, tetapi sudah beralih ke negeri sudah kewenangan Kemendikbud Ristek, sebab kewenangan provinsi hanya SMA/SMK dan SLB,” imbuhnya.

Yang jelas, kata Yudiawati, Gubernur sangat fokus terhadap pendidikan vokasi, olehnya itu pihaknya mendukung sekali dengan memberikan dana hibah kepada Politeknik.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas