Polin A. Hasibuan. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Pembangunan Pelabuhan Gonenggati Dimulai Januari

Donggala, Metrosulawesi.id – Pembangunan pelabuhan di Anjungan Gonenggati Kelurahan Kabonga Kecil akan dimulai Januari 2022.

Oleh karena itu, para pedagang atau pemilik kafe yang berada di seputaran Anjungan Gonenggati harus segera memindahkan tempat berjualan mereka dari loaksi pembangunan pelabuhan paling lambat akhir Desember ini.

“Iya benar pembangunan pelabuhan harusnya bulan November kemarin, tetapi karena ADB (Bank Dunia) sebagai pemilik modal menilai masih ada kekeurangan dokumen dari kementerian perhubungan jadi pembangunannya baru akan dimulai Januari 2022, tetap akan dibangun pelabuhan,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Donggala, Pollin  di kantornya, Senin 13 Desember 2021.

Oleh karena itu, pedagang atau pemilik cafe di anjungan diberi waktu bulan Desember ini segera pindah.

“Tidak ada biaya kompensasi untuk pemilik kafe, pemda hanya menyediakan fasilitas kendaraan untuk memindahkan barang pemilik kafe,” sebutnya lagi.

Ia menjelaskan pelabuhan di Anjungan Gonenggati nantinya akan diberi nama Terminal Donggala Anjungan Gonenggati Isemapa Maipiapa. Proses pekerjaaannya pembangunan pelabuhan memakan waktu 17 bulan atau satu tahun lebih.

Selain itu, dua pemenang tender urutan pertama dan kedua yang akan mengerjakan proyek berbandrol 470M telah berada di Kementerian Perhubungan.

“Proses lelang Pelabuhan Donggala sudah selesai, pemenang urut 1 dan 2 sudah berada di meja Kementerian Perhubungan, merekalah yang menentukan perusahaan mana yang akan mengerjakan proyek senilai 470 miliar ini, dan durasi waktu pekerjaan hanya satu tahun lebih atau 17 bulan,” bebernya.

Ditambahkannya, Pemda akan terus berupaya membantu kelancaran pembangunan Pelabuhan Donggala, sebab ini adalah kesempatan yang jarang terjadi, Pemda dibantu Bank Dunia (ADB) dengan bunga kecil tetapi komitmen fee atau denda keterlambatan pekerjaan sangat besar.

“Kapan lagi kita bisa dibantu Bank Dunia (ADB) melalui Kementerian Perhubungan, jadi peluang ini harus dimanfaatkan, bunga bantuan bukan pemda juga yang bayar tetapi Kementerian Perhubungan, termasuk komitmen fee atau denda keterlambatan pekerjaan, jika ini sukses perputaran ekonomi akan terasa, karena pelabuhan ini selain terminal penumpang, ada juga bongkar muatnya,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas