Zaufi Amri. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Perkara Pidana Umum yang Disidangkan PN Palu di Tahun 2020

Palu, Metrosulawesi.id – Perkara yang paling banyak disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, bahkan disetiap hari kerja, adalah perkara Pidana Umum.  Perkara pidana umum ini, terdiri dari narkotika, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penganiayaan, pencurian, penggelapan, dan beberapa kwalifikasi lagi.

Sepanjang tahun 2021, terhitung sejak Januari hingga 13 Desember 2021, perkara pidana umum yang teregister di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, jumlahnya tercatat sebanyak 589 perkara.  Dari jumlah itu, lima kwalifikasi perkara pidana umum yang mendominasi diantaranya narkotika, pencurian, penggelapan, penipuan dan perkara penganiayaan.

“Dari kelima perkara pidana umum tersebut yang lebih mendominasi lagi adalah perkara narkotika, di urutan ke dua perkara pencurian,” ugkap Humas PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu Zaufi Amri SH, dikonfirmasi, Senin 13 Desember 2021.

Zaufi sapaan akrab hakim tipikor PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu ini merincikan, untuk  narkotika tercatat sebanyak 218 perkara, pencurian 160 perkara, penganiayaan 35 perkara, kemudian penggelapan tercatat sebanyak 35 perkara, dan untuk penipuan 27 perkara.

“Itu berdasarkan data pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palu, yang terhitung sejak Januari dan baru sampai pada tanggal 13 Desember 2021. Kemungkinan masih akan bertambah, hingga akhir bulan desember,” terangnya.

Khusus perkara narkotika dan pencurian lanjut Zaufi, kedua perkara ini memiliki gambaran perbandingan yang berbeda jika harus dibandingkan dengan jumlah kedua perkara di tahun 2020 kemarin. Untuk narkotika, di tahun 2021 ini meningkat dibanding tahun 2020 yang hanya teregister sebanyak 194 perkara.

Sedangkan untuk jumlah data perkara pencurian jika dibanding tahun sebelumnya sedikit agak menurun.

“Itu jika kita membandingkannya berdasarkan data perkara tahun 2021 yang terupdate hingga Senin 13 Desember 2021 hari ini (Kemarin, red). Karena untuk di tahun 2020, perkara pencurian tercatat sebanyak 174 perkara,” urai Zaufi.

Terhadap jumlah perkara perkara itu, Zaufi lebih prihatin terhadap perkara narkotika yang mengalami peningkatan. Menurutnya hal itu membuktikan kalau penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika semakin memprihatinkan, khusus di kota Palu.

“Ini harus terus diperangi bersama. Efek jera terhadap para pelaku, bahkan ada sampai diputus dengan hukuman seumur hidup, tapi kasus ini masih saja mendominasi. Jadi semua harus bertindak memerangi narkotika ini,” tandasnya.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas