Kantor Erha Skin Palu yang beralamat di Jalan Moh. Hatta Palu. (Foto: Ist)
  • Andreas Bayu Aji: Dugaan Malapraktik di Erha Skin Palu Tidak Benar

Palu, Metrosulawesi.id – Melalui suratnya bernomor: 021/CA-AN/ECI/XI/2021, tertanggal Jakarta 07 Desember 2021 prihal Hak Jawab, Erha Skin Palu melalui pihak Erha Skin Pusat membantah seluruh pernyataan MI bersama kuasa hukumnya Winda SH, yang menyebutkan Erha Skin Palu diduga telah melakukan malapraktik, sebagaimana diberitakan sebelumnya tanggal 10 November 2021 dengan judul “Erha Skin Palu Dipolisikan Konsumennya”.

Andreas Bayu Aji, selaku Chief Corporate Affair Officer Erha Clinic Indonesia, dalam hal ini untuk dan atas nama PT. Erha Clinik Indonesia mengatakan dalam memberikan layanan medis maupun produk bagi pasiennya, Erha selalu berkomitmen memenuhi ketentuan perundangan dan standar prosedur operasional baik yang ditentukan Kementerian Kesehatan dan BPOM, maupun lembaga  lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha dibidang kesehatan dan kefarmasian. Begitu juga dengan tenaga medis yang memberikan pelayanan di Erha.

“Seluruh tenaga medis yang berpraktek dan melayani pasien di Erha adalah tenaga medis profesional yang memiliki kapasitas dan kompetensi sesuai dengan standar layanan medis Erha maupun standar lainnya yang ditentukan oleh Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan seperti IDI, IAI, PPNI, Dinas Kesehatan maupun pihak berwenang lainnya yang dibuktikan dengan adanya sertifikat pelatihan, surat tanda registrasi, surat izin praktek, surat izin klinik serta perizinan terkait lainnya,” ujarnya melaui surat Hak Jawab, yang diterima harian Metrosulawesi 13 Desember 2021.

“Bahwa hal-hal yang ditulis dalam pemberitaan Metro Sulawesi judul dan isinya sangat tendensius yang dapat membuat Erha dalam hal ini khususnya Erha Skin Palu terganggu reputasinya sehingga dapat berdampak negatif bagi nama baik Erha secara umum,” tambahnya lagi.

Dikatakan Andreas Bayu Aji, terhadap dugaan malapraktik sebagaimana pemberitaan adalah tidak benar. Fakta hukum yang sebenarnya adalah Erha telah diundang oleh penyidik Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng dalam permintaan klarifikasi terkait laporan MI atas dugaan sedian farmasi jenis kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan terkait dugan tindakan pelling (pengelupasan kulit secara kimiawi) yang dilakukan oleh salah satu tenaga kesehatan di Erha Skin Palu dengan tidak memiliki izin praktik yang berakibat menimbulkan bintik merah dan bernanah.

“Adapun perlu kami tegaskan, bahwa atas undangan permintaan klarifikasi tersebut diatas kami sudah menjelaskan kepada penyidik bahwa produk kami memiliki izin edar dan klinik kami memiliki izin usaha serta tindakan peeling yang dilakukan oleh dokter kami telah sesuai dengan standar kompetensi dan standar layanan medis yang berlaku sesuai dengan dokumen/legalitas yang kami miliki,” sebutnya.

Begitu juga mengenai semua produk Erha, menurut Andreas Bayu Aji, memiliki izin resmi dari BPOM dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya sebagaimana dilaporkan oleh MI. Sedangkan untuk produk obat dan kosmetik, katanya telah diberikan kepada pasien MI sudah sesuai standar layanan kefarmasian yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM, hal mana sudah dibuktikan melalui pemeriksaan yang dilakukan BPOM Palu.

“Terkait keluhan pasien MI, Erha sudah memberikan pelayanan medis sesuai standar kedokteran dan kefarmasian. Serta memberikan penjelasan secara detail dan tertulis bahkan Erha telah melayani kebutuhan pasien MI sejak tahun 2017 di Balikpapan, bukan di Bandung sebagaimana disebutkan dipemberitaan (Data yangada pasien tidak pernah berobat atau bertransaksi di Bandung) bahkan sampai saat ini walaupun pasien MI telah melaporkan Erha kepad pihak berwajib kami tetap melayani kebutuhan pasien MI dengan baik,” terangnya.

Sementara itu mengenai pemberitaan “wajah mulus malah jadi rusak” masih menurut Andreas Bayu Aji adalah hal yang tidak benar. Bahkan menurutnya itu asumsi belaka secara sepihak.

“Mengingat sejauh yang kami ketahui pada saat bertemu dengan pasien yang bersangkutan (MI) red, wajahnya sudah tambah bersih dan sehat serta tidak ada tanda atau bekas yang menyiratkan adanya dugaan pemberian dosis bahan kimia yang berlebihan kepada pasien sebagaimana yang disebutkan,” tandasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, MI salah satu konsumen Erha, warga JL. Sungai Miu, kelurahan Ujuna, Palu Barat resmi melaporkan Erha Skin Palu ke Polda Sulteng atas dugaan malapraktik pada tanggal 4 Agustus 2021, berdasarkan nomor laporan Polisi, STTLP/122/VIII/2021/SPKT/Polda Sulteng. Kasus dugaan malapraktik itu terjadi pada Juli 2021, saat MI datang mengkonsultasikan masalah pada kulitnya berupa flek hitam di bagian wajah ke salah satu dokter yang bekerja di klinik itu. Saat ini kasus dugaan malapraktek itu masih sedang dalam penanganan penyidik Polda Sulteng.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas