Plt Kadis Dikbud Sulteng Yudiawati Vidiana (kanan) dan Kepala Balai Bahasa Sulteng Safitri Hanan dalam acara peluncuran buku cerita rakyat berbahasa daerah, di Palu, Senin (13/12). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Balai Bahasa Sulteng meluncurkan buku tentang 10 cerita rakyat yang ditulis dalam bahasa daerah di Sulteng. Peluncuran buku dilakukan Plt Kepala Dinas Dikbud Sulteng Yudiawati Vidiana mewakili gubernur Sulteng di Palu, Senin (13/12).

Buku cerita rakyat Sulteng selain ditulis dalam bahasa daerah, juga dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Gubernur dalam amanatnya menyatakan mendukung program yang dilaksanakan Balai Bahasa Sulteng.

‘’Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan atau program kerja dari Balai Bahasa Sulawesi Tengah untuk mengembangkan tingkat literasi, sastra dan budaya masyarakat Sulteng secara keseluruhan,“ kata Yudiawati membacakan amanat Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura.

Dengan hadirnya buku-buku ini akan melindungi kepunahan bahasa-bahasa daerah yang ada di Sulawesi Tengah. Apalagi buku ini disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia sehingga mudah dibaca dan dipahami. Sangat baik untuk mengembangkan literasi bahasa daerah.

“Balai Bahasa bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung bahasa daerah. Juga, meningkatkan kreativitas penulis untuk melahirkan buku-buku berkualitas dan buku terbarunya,“ katanya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Sandra Safitri Hanan menjelaskan tujuan membuat naskah terjemahan, yaitu pelestarian bahasa daerah, pelestarian sastra daerah, dan meningkatkan gerakan literasi nasional.

Dia meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se Sulteng mendukung program pengembangan literasi dari Balai Bahasa Sulteng.

“Mohon dukungannya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah kabupaten dan kota se Sulawesi Tengah untuk menambah percetakan buku bacaan ini, karena manfaatnya sangat besar,“ katanya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas