Salah satu toko Alfamidi di Jalan Moh Hatta, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk menjaga ketersediaan stok agar tetap terjaga, PT Midi Utama (Alfamidi) menyiasati pembelian khususnya minyak goreng dari konsumen maksimal dua liter.

Demikian hal tersebut disampaikan langsung oleh Coorporate Communication PT Midi Utama (Alfamidi) Tbk, Arif L Nursandi usai ditemui Metrosulawesi belum lama ini.

Diungkapkan, pihak Alfamidi saat ini menggenjot terkait penyediaan minyak goreng dari pemasok atau perusahaan penyedia yang telah direkomendasi pemerintah dan bukan premium.

“Tapi yang menjadi masalah mereka adalah dipasokan. Karena kami hanyalah menjual mengenai seberapa besar pemasok sediakan kita tentu harus terima,” ungkap Andi.

Hingga kini, lanjut Andi, perusahaan penyedia minyak goreng tersebut yang ditunjukkan oleh pemerintah pusat di Jakarta tidak sanggup memenuhi permintaan para toko ritel moderen.

“Kami toko ritel bukannya tidak mau menjual itu, tetapi karena pasokan yang disediakan tidak selalu cukup. Bayangkan saja kami minta 10 ribu liter yang datang hanya seribu liter,” ujarnya menambahkan.

Apalagi, ia mengatakan kondisi jaringan pasar ritel khususnya Alfamidi begitu besar di hampir seluruh Indonesia. Dengan jumlah pasokan yang tidak sesuai permintaan otomatis akan membuat permasalahan baru.

“Pastinya di luar sana akan timbul opini di masyarakat bahwa kami menyimpan minyak goreng. Padahal itu tidak betul. Kita harapkan pemerintah dapat menyediakan juga minyak goreng jenis premium,” terangnya.

Bahkan, pasokan stok untuk minyak goreng jenis premium juga sangat berpengaruh. Pengiriman yang dapat dipenuhi suppleir, kata Andi, hanya mampu dikisaran antara 60-70 persen ke toko ritel moderen.

“Jadi kurangnya banyak sekali. Malahan beberapa toko ritel di Jakarta mengeluh. Sedangkan, jelang hari natal dan tahun baru persediaan barang kebutuhan pokok yang ada pada kami cukup aman,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas