Para pelaku penganiyaan saat diamankan Polisi. (Foto: Dok. Polsek Batui)

Banggai, Metrosulawesi.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Batui, Polres Banggai, Selasa malam, 14 Desember 2021, mengamnkan 10 orang remaja, yang di duga merupakan pelaku penganiyaan yang terjadi di Desa Honbola, Kecamatan Batui.

Kapolsek Batui, Iptu I Ketut Yoga Widata SH, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 15 Desember 2021, menjelaskan 10 orang yang sebagain besar itu masih berstatus pelajr, melakukan penganiayaan secara bersama-sam, terhadap seorang pria warga Desa Honbola, yang bernamaOwen Sahampa (20).

“Kami menerima laporan dari korban, dan langsung menindak lanjuti dengan mencari para terduga pelaku dan melakukan penagkapan yang berjumlah 10 orang itu,” ungkapnya.

Yoga mengatakan, para pelaku yang berhasil diamankan berjumlah 10 orang, dengan inisial MI (16), ADK (16), SM (15), MA (16), APR (18), RM (18), RH (17), MF (17), AB (14) dan FD (20) yang kesemuanya merupakan warga Desa Uso, Kecamatan Batui.

“Terduga pelaku yang sudah kita amankan itu berjumlah 10 orang, sembilan diantaranya berstatus sebagai pelajar. Saat ini mereka tengah kita mintai keteranganya,” ucapnya.

Kapolsek Batui, menguraikan kronologi kejadian penganiayaan itu terjadi pada hari Selasa tanggal 14 Desember  2021 sekitar Pukul 21.00 Wita. Awalnya korban Owen Sahampa menghubungi APR lewat pesan di FB untuk bertemu di depan SDN Honbola guna menyelesaikan persoalan pemukulan yang pernah terjadi di desa Honbola.

Kala itu, kawan APR pernah di pukul oleh teman OWEN SAHAMPA. Setibanya korban di depan sekolah SDN Honbola  lalu datang APR bersama kawan-kawannya dari arah Desa Uso. Tanpa basa basi RM langsung memukul korban disusul pemukulan oleh APR dan pelaku lainnya.

“Akibat pengeroyokan itu korban mengalami luka robek pada bagian kepala, lecet pada bagian kaki kiri dan kanan, punggung luka memar serta tangan kanan pada bagian siku luka lecet. Usai melakukan aksinya para pelaku langsung melarikan diri,” jelasnya.

Saat ini para pelaku sudah diamankan di Mapolsek Batui, selanjutnya terhadap korban dibuatkan permintaan visum et repertum dan dibawa ke Puskesmas Batui.

“Barang bukti yang sudah kita amankan berupa satu batang kayu berukuran satu meter yang telah patah menjadi dua. Selanjutnya kita juga memeriksa saksi korban,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas