PRAKTIK - Sejumlah peserta Wokshop Food And Beverange Product, saat dijelaskan dalam membuat kue di ruangan praktik jurusan Tataboga, di SMKN 1 Palu, Sabtu, 11 Desember 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Workshop Food and Beverage Product

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Workshop Food dan Beverage Product di SMK Negeri 1 Palu, Sabtu, 11 Desember 2021.

Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Kepala Bidang Pengembangan dan Kelembagaan Kepariwisataan, Ulfa Nilawaty mengungkapkan, ekonomi kreatif di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Supaya potensi besar itu menjadi kenyataan maka diperlukan konsep dan rencana pengembangan secara komprehensif dan holistik.

“Industri kreatif menjadi sumber daya masa depan yang berbasis kreativitas dari orang-orang kreatif yang merupakan sumber daya terbarukan. Artinya ekonomi kreatif menciptakan nilai tambah yang berbasis ide, dan lahir dari kreativitas adalah sumber daya manusia atau orang yang kreatif berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi,” kata Ulfa.

Ulfa mengatakan, di industri kreatif ini ada 17 sub sektor ekonomi kreatif, yang di dalamnya termasuk kuliner atau kelompok industri kreatif yang memiliki erat antara sub sektor ekonomi kreatif lainya.

“Olehnya itu perlu saya sampaikan bahwa visi pembangunan daerah Sulteng adalah gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju, kemudian ini dijabarkan ke dalam misi RPJMD provinsi Sulteng 2021-2026,” ujarnya.

Menurut Ulfa, diantara program kerja Dinas Pariwisata Sulteng yakni meningkatkan sumber daya manusia dan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan.

“Berkaitan dengan misi Dispar Sulteng mengembangkan tugas dengan memprogramkan pengembangan sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga diimplementasikan dalam sub kegiatan yakni pegembangan kompetensi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang kita laksanakan saat ini Workshop Food and Beverage Product,” jelasnya.

Kata Ulfa, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan skill dan membuka lapangan usaha bidang kuliner, sasaranya adalah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menekan angka pengangguran di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

“Olehnya itu pemerintah Sulteng sangat mendukung program Workshop Food and Beverage Product untuk membangun kreativitas, terutama para perempuan yang berbakat dan kreatif. Karena ekonomi kreatif lokal jika ditumbuhkan secara kolektif akan mencuat sebagai kekuatan ekonomi daerah dan nasional,” katanya.

Maka dari itu, Ulfa berharap, para peserta agar terus berkarya dalam memgembangkan ide-ide kreatif, yang mencerminkan atau mengangkat kearifan budaya kuliner lokal, yang dituangkan dalam sebuah karya kuliner yang terbaik, serta berkualitas.

“Sehingga dapat tercipta rasa makanan yang enak, sesuai dengan selera konsumen atau pasar,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas