DILANTIK - Pengurus DPD Perindo Morut saat dilantik dan dikukuhkan Ketua DPW Perindo Sulteng di Morowali Utara, Sabtu (11/12/2021). (Foto: Ist/ Dok. Perindo Sulteng)

Morowali, Metrosulawesi.id – Pengurus DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah,  resmi terbentuk. Pada pekan lalu (Sabtu, 11/12/2021) kepengurusan DPD Perindo Morut dikukuhkan oleh Ketua DPW Perindo Sulteng.

Kepengurusan DPD Perindo Morut berdasarkan surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Hary Tanoesoedibjo dn Sekretaris Jenderal, Ahmad Rofiq, tanggal 14 November 2021.

DPD Perindo Morut diketuai  Akilman Abas. Dia dibantu Masud Masakkirang sebagai sekretaris, dan Masdian Krisda Sumbongi sebagai bendahara.

Sementara komposisi wakil ketua sebanyak 21 wakil ketua. Dua wakil sekretaris dan satu orang wakil bendahara.

Saat pengukuhan diawali dengan pembacaan SK DPP oleh Sekretaris Wilayah Arif Sulaeman, dan dilanjutkan oleh Ketua DPW Perindo Sulteng Mahfud Masuara melantik serta mengukuhkan pengurus DPD Perindo Morut.

Usai pengukuhan dilanjutkan dengan kegiatan monitoring evaluasi serta pendidikan politik.  Dalam arahannya, Ketua DPW Perindo Sulteng Mahfud Masuara, menjelaskan tentang keberadaan Partai Perindo pasca perubahan logo.

Menurut Mahfud Perindo semakin fokus sebagai partai yang berbasis elektronik demokrasi atau E-Demorasi. Setelah di derah pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir, bentuk komunikasi massa mengalami pergeseran secara mendasar.

“Pengorganisasian tidak lagi bertumpuh pada cara-cara konvensional, namun sudah dalam bentuk teknologi informasi. Kegiatan rapat-rapat umum, tidak mesti harus mengumpulkan massa dalam satu tempat, namun sudah bisa dilakukan dengan fasilitas teknologi,” kata Mahfud Masuara.

Tentunya infrastruktur harus sudah siap untuk menunjang hal tersebut.

“Partai Perindo sudah sangat siap, bahkan dalam beberapa kesempatan Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo, menegaskan bahwa Partai Perindo mengusung e-demokrasi, yang mana dalam penjaringan bakal calon anggota DPR di semua tingkatan menggunakan konvensi rakyat, yang sudah dimulai beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, penjaringan sekaligus penyaringan sudah menggunakan teknologi informasi. Ini akan memudahkan sekaligus menseleksi bakal calon sejak dini. (*)

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas