TANAM PERDANA - Penanaman perdana tanaman jagung, berlokasi di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Minggu, 12 Desember 2021. (Foto: Ist/ Humas Pemprov Sulteng)

Morowali, Metrosulawesi.id – Koperasi RMP Indonesia Mandiri kembali menggelar penanaman perdana tanaman jagung, berlokasi di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Minggu, 12 Desember 2021. Penanaman perdana dilakukan Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura bersama Bupati Morowali, Drs Taslim.

Kabupaten Morowali menjadi daerah yang ketujuh dari pelaksanaan pilot project Koperasi RMP Indonesia Mandiri ini.

“Sebelumnya penanaman perdana keenam oleh Wakil Gubernur H Ma’mun Amir di Kabupaten Tolitoli,” kata Ketua Umum Koperasi RMP Indonesia Mandiri Mahfud Masuara dalam sambutannya.

Mahfud mengungkapkan alasan RMP memilih tanaman jagung untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat petani. Yakni karena tanaman jagung hanya dalam 3 bulam sudah bisa dimanfaatkan petani hasilnya. Konsep RMP bagaimana dalam 1 ha lahan bisa ditanami jagung sebanyak 83 ribu lebih pohon, yakni dengan penanaman jajar legowo.

Dari 83 ribu itu, lanjutnya, anggaplah 3000 pohon mati karena dimakan hama. Dalam satu tongkol yang hidup ketika panen, dengan asumsi minimal 100 gram, meski hasilnya ada yang 200 sampai 250 gram, kalau satu tongkol jagung kering ada 100 gram, berarti di lahan 1 ha itu ada 8 ton jagung.

“Dengan harga jagung, kalau di Palu 5.600 per kilo, tetapi taruhlah diambil 4000 per kilo, maka bisa dipastikan dalam 1 ha petani bisa memiliki 32 juta dalam waktu 120 hari. Ini bisa menaikkan taraf hidup masyarakat dalam sektor tanaman jagung,” jelasnya.

Lantas siapa yang akan membeli hasil panen petani jagung? Mahfud menegaskan RMP akan menjadi off taker atau pembeli hasil panen petani jagung.

“RMP akan menjadi off taker atau pembeli yang dihasilkan petani. RMP akan menjalin kerja sama dengan perusahaan daerah untuk pembelian hasil tananam jagung petani,” tegas Mahfud di hadapan Gubernur H Rusdy Mastura, Bupati Morowali Taslim,  para pejabat Pemprov Sulteng dan Pemda Morowali, pimpinan BRI, Jasindo, serta unsur Forkopimda Morowali.

Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura dalam sambutannya mengaku mau menandatangani kerja sama dengan BRI sebesar Rp.5 triliun karena adanya RMP yang membentuk koperasi dan mau berada di tengah-tengah petani menjadi pembimbing dan off taker.

“Karena itu saya berani mau tanda tangan kerja sama dengan BRI. Oleh sebab itu saya mengajak pemerintah kabupaten mari kita bekerja sama,” kata Cudy, panggilan akrabnya.

Gubernur mengatakan Presiden Joko Widodo mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. “Presiden menanyakan apa penyebabnya. Saya katakan KUR (kredit usaha rakyat) salah satu penyebabnya,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, bila KUR bisa lebih turun lagi, pemerintah kabupaten bisa menambah penjaminannya, maka KUR bisa mencapai 3 persen. Sementara petani mendapat jaminan hidup agar tidak mengharapkan pada tengkulak, dan dalam 1 ha bisa menghasilkan Rp32 juta.

“Karena itu saya tidak ragu-ragu untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Di bagian lain Gubernur mengajak masyarakat yang punya lahan kosong bisa tanam tanam jagung.

“Tetapi tolong dibantu masyarakat untuk dibuatkan proposal kredit ke bank. Apalagi kredit di bawah 100 juta tanpa jaminan, sementara kredit yang dibutuhkan petani hanya sedikit. Karena itu saya minta kepada BRI bantulah rakyat kami,” kata Gubernur.(*)

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas