BERSAMA WAKIL -Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura (kiri) berbincang bersama wakilnya, Ma'mun Amir dalam suatu kesempatan. (Foto: Admin Pimpinan)
  • Programnya Sudah Masuk RPJMD 2022

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura dan wakilnya Ma’mun Amir memastikan apa yang menjadi janji kampanye akan mulai diwujudkan pada 2022. Janji dan harapan yang tertuang dalam visi misi keduanya kini sudah ditetapkan ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

“Salah satunya program bantuan Rp1 juta per KK. Program bantuan ini sudah masuk dalam RPJMD dan pada Tahun Anggaran 2022, sesuai dengan penjelasan Pj. Sekda Provinsi,” kata Gubernur Rusdy seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Metrosulawesi, Kamis 9 Desember 2021.

Mengutip penjelasan Sekdaprov Sulteng, Faisal Mang, Rusdy dan Ma’mun mengatakan, untuk merealisasikan program bantuan sosial, alokasi anggarannya untuk Tahun 2022 sebesar Rp10 miliar. Namun demikian untuk merealisasikan bantuan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pola penyalurannya akan ditetapkan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Kami sudah mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi dan misi. Seperti sekolah gratis, kami sudah mencabut dan membatalkan SK Gubernur Nomor 10 Tahun 2017 tentang Bantuan dan Pungutan Pendidikan dengan Membentuk Program BOSDA,” kata keduanya.

Selanjutnya untuk Pendidikan Vokasi Gubernur- Ma’mun memastikan akan membentuk SMU Plus untuk menyiapkan angkatan tenaga kerja sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan perusahan yang berinvestasi di daerah. Dan selanjutnya meningkatkan peran BLK untuk membantu mempersiapkan angkatan kerja terampil daerah.

Keduanya memastikan seluruh kebijakan untuk mewujudkan visi dan misi gubernur – wakil gubernur terus dilakukan melalui kebijakan APBD dan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pembangunan Sulawesi Tengah.

Dikatakan, sejak dilantik tanggal 16 Juni 2021 lalu, keduanya memastikan langkah strategis untuk mewujudkan visi dan misi “Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah yang Lebih Sejahtera dan Lebih Maju” melalui sembilan Misi.

Hal pertama yang diselesaikan setelah dilantik adalah memastikan percepatan penyelesaian rehab dan rekon dampak bencana Sulteng 28 September 2018. Ini dilakukan, karena menurut keduanya, penanganan bencana sangat lambat.

“Sehubungan dengan banyaknya masyarakat terdampak masih berada di Huntara sampai 2 tahun belum bisa dipastikan kapan masyarakat dapat memperoleh Huntab sesuai sesuai dengan janji yang sudah ditetapkan,” jelas keduanya.

Melihat kondisi seperti itu, keduanya lalu memastikan apa kendalanya. Kendalanya ternyata karena keterbatasan anggaran. Rusdy-Ma’mun langsung menyelesaikan seluruh kendala yang dihadapi Kabupaten Sigi, Donggala, dan Kota Palu tersebut dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp61,8 miliar.

Demikian juga penyelesaian dampak bencana sosial Poso melalui dukungan kepada TNI dan Polri, dan Penanganan Dan Penanggulangan Bencana Non Alam Covid -19 , melalui kebijakan Refocusing Anggaran dalam penanganan Covid di Sulawesi Tengah. Sehingga Penanganan penyelesaian pemulihan Ketiga Bencana tersebut saat ini telah memberikan dampak dan hasil sesuai dengan harapan dan ekspektasi yang diharapkan.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas