Gubernur H Rusdy Mastura bersama unsur Forkopimda Sulteng membahas penanganan COVID-19 menjelang Natal dan Tahun Baru serta percepatan vaksinasi COVID-19 di Sulteng, Jumat (10/12). (Foto: Admin Pimpinan)
  • Cegah Penyebaran COVID-19 pada Perayaan Natal dan Tahun Baru

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur meminta pengawasan protokol kesehatan (Prokes) ketat di gereja atau rumah ibadah dalam perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022, untuk mencegah terjadi penyebaran COVID-19.

Demikian salah satu poin hasil rapat Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura bersama unsur Forkopimda provinsi di ruang Polibu kantor gubernur, Jumat (10/12). Rapat itu diikuti secara virtual oleh bupati, wali kota serta unsur Forkopimda kabupaten.

‘’Saya meminta agar bupati dan wali kota dalam pelaksanaan Natal 2021 dan Tahun baru 2022 agar memastikan Satgas COVID-19 bersama TNI, Polri dan seluruh OPD teknis melakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan pada tempat gereja, tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah, tempat perbelanjaan dan tempat wisata,’’ kata Gubernur.

Gubernur juga meminta bupati dan wali kota untuk mengambil kebijakan strategis bersama TNI, Polri dan OPD teknis untuk meningkatkan sebaran vaksin kepada masyarakat. Bahkan menerapkan kebijakan bahwa vaksin menjadi persyaratan dalam pelayanan pemerintahan dan kegiatan sosial masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. I Komang Adi Sujendra, melaporkan bahwa penularan COVID-19 di Sulawesi Tengah saat ini sangat menurun drastis.

‘’Tetapi kondisi ini tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat lengah khusus menghadapi perayaan nataru,’’ kata Kadis.

Komang juga mengatakan bahwa percepatan sebaran vaksin menjadi perhatian serius. Untuk itu perlu langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk percepatan vaksinasi.

Dalam rapat yang dihadiri Ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira, terungkap perbedaan data angka capaian vaksinasi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulteng.

Data pemerintah pusat vaksinasi di Sulteng baru mencapai 46 persen. Sedangkan data dari Pemerintah Provinsi Sulteng sudah mencapai 51 persen. Perbedaan itu akibat keterlambatan update data vaksin COVID-19 melalui Aplikasi Pcare.

Gubernur meminta hal itu agar menjadi perhatian supaya selisih data pusat dan daerah diharapkan bisa segera diatasi.

Ketua DPRD Provinsi Sulteng Nilam Sari Lawira mengatakan bahwa komitmen kepala daerah menjadi prioritas dalam meningkatkan sebaran vaksin.

Ketua DPRD meminta agar diefektifkan penggunaan dana yang ada untuk percepatan penanganan COVID-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas