LULUS CUMLAUDE - Bupati Donggala Kasman Lassa usai menyampaikan desertasi dan menerima gelar doktor di ruang Baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa SH, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis 9 Desember 2021. (Foto: Istimewa)
  • “Keselamatan Masyarakat adalah Hukum Tertinggi”

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala, Kasman Lassa meraih gelar doktor ilmu hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis 9 Desember 2021. Desertasinya berjudul “Penggunaan Diskresi oleh Kepala Daerah pada Penanggulangan Bencana Alam” mengantarkan Kasman meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9.

Ujian akhir Kasman berlangsung di ruang baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa, S,H Fakultas Hukum Unhas.

“Ruangan ini baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa SH sangat mulia. Bagaimana seorang Baharuddin Lopa sangat menjunjung tinggi hukum. Selamat datang kepada Bupati Donggala di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin,” kata Kopromotor Prof Dr Farida Patitingi SH, Mhum saat memulai persidangan.

“Silakan pak bupati menyampaikan disertasinya kemudian akan kita lanjutkan dengan sanggahan dari penguji. Oh iya ada juga penguji kita, yang kita lakukan secara daring dari Universitas Udayana Bali, Prof Dr I made SH,” sebutnya lagi.

Sebelum disilahkan menyampaikan disertasinya di hadapan para penguji, Prof Dr Syamsu Bahri SH, MS salah satu penguji mengapresiasi sosok Bupati Kasman Lassa.

“Setelah saya membaca disertasi bupati, dan biodata Bupati ternyata Kasman Lassa adalah anak seorang petani. Kedua orang tua Kasman Lassa tidak salah mendidik. Anak petani menjadi bupati, dan anak petani yang juga sukses di pendidikan. Lulus dengan tepat waktu di Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu,” kata Prof Syamsu.

Kasman pun kemudian menyampaikan disertasinya dengan judul “Penggunaan Diskresi Oleh Kepala Daerah pada Penanggulangan Bencana Alam”.

“Izin tim penguji sebelum saya menyampaikan disertasi saya. Izinkan saya selama empat menit memutar video bencana alam 28 September 2018 kemarin,” pinta Kasman.

Setelah pemutaran video bencana alam itu, Kasman kemudian melanjutkan pemaparannya. Kasman mengatakan, penggunaan diskresi oleh kepala daerah pada penanggulangan Bencana Alam adalah, bagaimana pemerintah bisa mengambil langkah strategis dalam penanganan bencana? Dan bagaimana pemerintah melakukan tindakan konkrit? Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.

“Pemerintah dalam penanganan bencana alam harus melakukan tindakan konkrit, hanya saja kewenangan dibatasi. Kewenangan hukum dan ketentuan hukum tidak ketemu, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi dalam penanganan bencana,” sebut Kasman.

“Diskresi kepala daerah sangat dibutuhkan oleh sebuah tindakan konkrit. Pelaksanaan diskresi perlu pendekatan preventif,” bebernya.

Di akhir penyampaian disertasinya, Kasman kemudian meminta saran dan masukan dari tim penguji.

“Demi kesempurnaan disertasi ini saya membutuhkan masukan dan saran dari tim penguji,” ujar Kasman.

Saran dan masukan kata Kasman sangat penting. Dan diharapkan desertasi ini bisa bermanfaat sebagai bahan masukan dalam penanggulangan kebencanaan dan tentunya sebagai bahan bacaan masyarakat.

Ujian promosi gelar doktor ilmu hukum itu, Bupati Kasman Lassa mendapat dukungan penuh dari masyarakatnya. Ruang baruga Prof DR H Baharuddin Lopa SH Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin hampir full terisi oleh keluarga. Beberapa dosen dari Fakultas hukum Universitas Tadulako pun sempat hadir. Juga tampak sejumlah pimpinan OPD, Aparat desa, dan tidak terlupa rombongan rabbana sebagai simbol kearifan lokal juga hadir menyaksikan pemberian gelar doktor Kasman Lassa.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas