Kegiatan FGD tentang Arah dan Kebijakan Mewujudkan SDM Sulteng Berkualitas dan Berdaya Saing Melalui Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, di Gedung Pogombo kantor gubernur, Kamis (9/12). (Foto: Admin Pimpinan)
  • Gubernur: Saya Tak Mau Lagi BLK Salon, BLK Menjahit

Palu, Metrosulawesi.id – Penyediaan tenaga kerja terampil daerah menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk SMA plus, menyediakan tenaga terampil sesuai kebutuhan industri yang ada di Sulteng.

Demikian juga dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang harus ditingkatkan perannya. Orang nomor satu di Sulteng itu menginginkan peran BLK selaras dengan dunia industri.

“Saya tidak mau lagi BLK salon, BLK menjahit tapi BLK harus konek dengan industri kita sekarang,” kata Gubernur dalam sambutannya Focus Discussion Group Arah dan Kebijakan Mewujudkan SDM Sulteng Berkualitas dan Berdaya Saing Melalui Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, di Gedung Pogombo kantor gubernur, Kamis (9/12).

Gubernur mengatakan penyediaan tenaga terampil disesuaikan dengan potensi daerahnya. Misalnya Kabupaten Banggai Laut, dengan potensi maritimnya sangat cocok dijadikan daerah industri kelautan yang ditopang dengan layanan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis potensi terkait.

“Pendidikan vokasi merupakan masa depan (Sulteng) di tengah arus industri 4.0 yang menjanjikan peluang besar bagi generasi milenial,” katanya.

FGD diikuti kepala OPD teknis, instansi vertikal, kepala SMK dan organisasi usaha.

Sedangkan narasumber yakni Kepala Perwakilan BI Sulteng Moh. Abd. Madjid Ikram, Kepala Perwakilan BPK Sulteng Slamet Riyadi, Plt Bappeda Sulteng Christina Sandra Tobondo, , Plt Kadis Dikbud Yudiawati Vidiana, dan KADIN Sulteng diwakili oleh Hidayat Lamakarate.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas