BERI KETERANGAN - Anak Muda Tadulako, Taqyuddin Bakri, Alfit Alif, dan Akhmad Usmar, didampingi rekannya saat memberi keterangan kepada awak media di Lantai I Rektorat Untad, Jumat 10 Desember 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Anak Muda Tadulako (AMT) yang dipimpin Taqyuddin Bakri, Alfit Alif, dan Akhmad Usmar, akan melaporkan Prof Djayani Nurdin, Nur Sangadji, dan kawan-kawan yang tergabung dalam Kelompok Peduli Kampus (KPK) Universitas Tadulako (Untad).

“Kami menamakan diri sebagai AMT menyatakan prihatin mendalam atas tidak berjalannya akal sehat oknum dosen Untad yang tergabung dalam KPK. Insyaallah, minggu depan kami akan melapor secara resmi setelah merumuskan materi pengaduan bersama kantor hukum M.A.M Patners,” ucap Taqyuddin kepada awak media di Lantai I Rektorat Untad, Jumat 10 Desember 2021.

Dia menegaskan akan melayangkan laporan ke Polda Sulteng atas dugaan fitnah kepada sejumlah dosen di Untad yang dilakukan Prof Djayani Cs. Fitnah dimaksud yang mana Prof Djayani mengalamatkan sejumlah dosen seperti Prof Muh Basir, Prof Mahfudz, dan Prof Khairil, termasuk Taqyuddin dan rekannya Alfit, disebut melakukan plagiasi publikasi ilmiah.

“Fitnah tersebut amat keji karena dosen-dosen itu dituduh melakukan kejahatan akademik berupa plagiasi. Padahal kenyataannya, karya ilmiah sebagian dosen yang mereka (KPK) sebut hanya karena terpublikasi di jurnal internasional tidak bereputasi yang oleh sebagian pihak disebut terbit dijurnal predator,” tegas Taqyuddin.

Dalam memberikan keterangan kepada awak media, AMT didampingi Anak Terminal Mamboro (ATM) Palu. Taqyuddin menilai penyebutan predatoris oleh KPK kepada sejumlah dosen Untad tidak tepat. Atas dasar itu, KPK dikatakan tidak bisa membedakan antara predator dan plagiat.

Menurut Taqyuddin, pada predator, dosen yang melakukan publikasi justru menjadi korban dari manajemen jurnal. Namun demikian, nilai/kum karya ilmiah masih dapat diakumulasi meski tidak dapat dijadikan syarat utama mengurus kenaikan pangkat lektor kepala dan guru besar. Untuk kasus plagiat, adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh seorang akademisi, baik menjiplak karya ilmiah orang lain atau karya sendiri (auto plagiat).

“Predator bukan salah dari kami sebagai penulis, kami juga sebagai korban dari jurnal itu (tidak bereputasi). Kami justru sebagai korban, jadi bukan kesalahan kami, tapi manajemen jurnal itu,” pungkas Taqyuddin.

Alfit melanjutkan selain Prof Djayani CS, pihaknya juga akan melaporkan instagram anakuntad.com. Akun tersebut dikatakan turut menyebarkan informasi fitnah melalui feed instagram anakuntad.com. Akhmad Usmar menambahkan AMT memilih langkah hukum karena sebagai jalur paling elegan.

“Kami akan menggunakan delik aduan dengan harapan saudara Prof Djayani Nurdin dan Nur Sangadji serta kawan-kawan yang melakukan fitnah dapat dijadikan tersangka,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas