Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana mengakui, cakupan imunisasi terhadap balita menurun di tengah pandemi Covid-19. Olehnya itu, pihaknya berharap perlu dilakukan sweeping atau penyisiran terhadap balita setempat yang belum mendapatkan imunisasi.

“Di masa pandemi saat ini, kita tidak lagi mengharapkan masyarakat datang ke Posyandu, tetapi bagaimana peran kader Posyandu atau petugas kesehatan untuk melakukan kunjungan ke rumah warga yang memiliki balita,” kata Yudiawati, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponsel, Rabu, 8 Desember 2021.

Olehnya itu, kata Yudiawati, salah satu strategi untuk kembali tingkatkan capaian imunisasi yakni peran dari kader Posyandu dan petugas kesehatan, bisa menjangkau rumah ke rumah yang punya anak balita. Hanya memang kendalanya di Puskesmas itu tidak ada anggaran untuk kunjungan ke rumah-rumah.

“Hal itu disebabkan karena dana bantuan operasional kesehatan di Puskesmas itu tidak memadai, karena banyak sekali terjadi refocusing kegiatan-kegiatan untuk Covid-19,” katanya.

Maka dari itu, Yudiawati juga berharap, masyarakat membantu tenaga kesehatan agar bersama-sama mengajak dan mengunjungi. Olehnya itu, perlu adanya edukasi seperti apa cara pencegahan Covid-19, dan bagaimana program-program imunisasi harus jalan di dalam kondisi Covid-19.

“Dalam kunjungan ke rumah-rumah ini, yang perlu dipastikan adalah tempat penyimpanan vaksin di box, harus diyakini tersedia memadai. Jangan sampai box vaksin yang digunakan tidak sesuai standar penyimpanan baik. Box vaksin ini harus disimpan sesuai standar, jangan sampai ketika disuntikkan ke anak balita sudah tidak bereaksi lagi, maka box vaksin harus dijaga dengan baik di suhu yang baik,” ujarnya.

Yudiawati mengatakan, disamping menyiapkan kader Posyandu ke sejumlah rumah, yang penting juga mempersiapkan sarana yang memadai. Termasuk tempat penyimpanan vaksin, sehingga saat turun kunjungan ke rumah warga itu, vaksinnya tidak rusak.

“Kemudian yang perlu dipastikan ketersedian vaksin, sehingga pada saat kunjungan ke rumah vaksin itu tersedia. Tetapi saya yakin vaksin di Puskesmas itu tersedia. Kami berharap capaian imunisasi kembali normal di saat sekarang ini, karena kasus Covid-19 sudah mulai melandai,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas