FOTO BERSAMA - Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Sulteng, Muchlis, didampingi Kepala SMAN 7 Palu, H Anas Syakir, foto bersama guru-guru dan undangan lainnya dalam momentum Roots Day atau Hari Anti Perundungan di SMAN 7 Palu, Selasa 7 Desember 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Palu menggelar Roots Day atau Hari Anti Perundungan. Pelaksanaannya dipusatkan di SMAN 7 Palu, Selasa 7 Desember 2021.

Kepala SMAN 7 Palu, H Anas Syakir M.Pd, menerangkan roots day bertujuan mengkampanyekan anti perundungan/bullying lewat pementasan/unjuk kreasi siswa, tarian, nyanyi solo, dan teater. Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulteng, Muchlis.

“Pementasan bertujuan mengkampanyekan program anti perundungan/anti bullying (stop bullying),” terang Anas, Rabu 8 Desember 2021.

Disebut, bersamaan Roots Day juga dideklarasiksan ikrar anti bullying sekaligus penandatanganan deklarasi komitmen stop bullying yang ditandatangani berbagai pihak mulai diantaranya Muchlis, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Disdikbud Provinsi Sulteng Wilayah I Palu dan Sigi, Susyana Musa, perwakilan siswa dan undangan lainnya.

“Penandatanganan deklarasi sebagai bentuk aksi dukungan kepada siswa agen perubahan yang terus mengkampanyekan anti bullying,” ujar Anas.

Roots Day sendiri merupakan program yang dicanangkan Direktorat SMA Kemendikbudristek kerjasama dengan UNICEF di sekolah penggerak anti perundungan di Indonesia.

Anas mengatakan untuk Kota Palu hanya tiga sekolah penggerak anti perundungan, salah satunya SMAN 7. Adapun SMAN 7 Palu telah melaksanakan beberapa kegiatan yang diawali sosialisasi sejak September lalu.

Program penggerak anti perundungan juga melibatkan siswa sebagai agen perubahan. Puluhan siswa SMA 7 Palu direkrut untuk mengkampanyekan stop perundungan atau stop bullying.

“Sudah dilakukan deklarasi oleh 30 siswa agen perubahan yang menyatakan berkomitmen mengkampayekan anti bullying. Kita harapkan dengan begitu bisa meminimalisir perundungan atau bullying. Perlu saya jelaskan perundungan atau bullying berdasarkan definisi UNICEF yaitu perilaku agresif dengan tujuan meremehkan, merendahkan, atau menyakiti orang lain, contohnya berkata kasar atau menyebar rumor,” Pungkas Kepala SMAN 7 Palu. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas