MASIH MAHAL - Salah satu penjual barang campuran, termasuk menjual minyak goreng di Kota Palu. Harga minyak goreng masih di atas HET. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Akibat Kurangnya Bahan Baku

Palu, Metrosulawesi.id – Harga minyak goreng di pasaran masih bertengger di atas harga normal. Bahkan terus mengalami kenaikan dan melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Richard Arnold mengatakan, kenaikan harga minyak goreng dipicu karena kurangnya bahan baku produksi dan ketersedian pengolahan.

“Sehingga harga minyak goreng saat ini sangat bergerak jauh di atas HET. Kalau tidak salah di pasaran sekarang sudah berkisar antara Rp20-an ribu sampai Rp21 ribu per kemasan sederhana,” katanya kepada Metrosulawesi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 Desember 2021.

Richard mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng tidak hanya terjadi di Sulteng, tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kenaikan harga minyak goreng ini juga memicu kenaikan harga sejumlah barang lainnya.

Richard mengatakan, oihaknya sudah beberapa kali melakukan kegiatan pasar murah dan memberikan subsidi minyak goreng. Tapi belum bisa menurunkan harga minyak goreng. Dalam operasi pasar pihaknya menyiapkan sebanyak 5.000 liter.

“Dan untuk minyak goreng yang kami siapkan selama pasar murah habis terjual. Memang terpantau masyarakat sangat antusias dalam berbelanja khususnya terkait minyak goreng,” katanya.

“Namun, harganya masih juga di atas HET. Sedangkan, harga ditawarkan Rp14 ribu per kemasan sederhana. Padahal harga normal yang ditetapkan Permendag hanya sekitar Rp10-Rp11 ribu,” tambahnya.

Menurut Richard kenaikan harga minyak goreng saat ini disebabkan naiknya harga CPO dunia.

“Jadi bukan masalah jalur distribusi dan adanya spekulasi, tapi memang penyebab utama keterbatasan bahan baku,” ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan Jimmy, Branch Manager PT Surya Setia Sejahtera salah satu distributor minyak goreng di Kota Palu. Dia mengatakan naiknya harga minyak goreng kemasan sederhana disebabkan oleh CPO dunia.

“Kami hanya berdasarkan pasar. Kalau produsen menaikkan harga, otomatis kami mengikuti perkembangan pasar. Kita tidak tahu pasti terkait prediksi penurunan dalam waktu dekat,” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan, mengungkapkan untuk harga normal minyak goreng sebelum ada kenaikan berkisar antara Rp13-Rp14 ribuan. Sementara harga di pasar saat ini telah mencapai Rp18-Rp20 ribuan per kemasan ukuran satu liter.

“Kebetulan stok kami lagi kurang banyak. Dan masih tersisa 1.000 karton minyak goreng kemasan bermerek sedap. Sulit sekarang dapat barangnya. Itu tergantung dari pabrik mau menyediakan berapa banyak karena kita sebagai distributor,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas