Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura (tengah), menjadi salah satu nasrasumber dalam acara dialog yang menjadi rangkaian peluncuran buku Mutiara di Lintas Khatulistiwa, di Hotel Mulya Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/12). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura meluncurkan buku dengan judul Mutiara di Lintas Khatulistiwa, di Hotel Mulya Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/12).

Buku tersebut berisi tentang potensi sumber daya alam Sulawesi Tengah, sehingga menjadi sumber informasi bagi calon investor untuk berinvestasi di Sulteng.

‘’Buku ini akan membantu banyak pihak dalam berinvestasi yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas fiskal terutama pendapatan daerah agar program percepatan pembangunan daerah dapat direalisasikan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat,’’ kata Gubernur.

Acara peluncuran buku Mutiara di Lintas Khatulistiwa dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, serta para gubernur dan bupati tetangga.

Dalam sambutannya Gubernur H Rusdy Mastura membeberkan 8 komoditi dan pesona alam Sulawesi Tengah, termasuk sumber perikanan dan kelautan berkelas ekspor.

Sulawesi Tengah juga memiliki keunggulan budaya, kekayaan alam, pesona maritim dan agraria yang merupakan investasi yang menjanjikan.

“Semoga Pak Menteri Investasi bisa mendorong investor (berinvestasi) ke Sulteng,” harap Gubernur.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengapresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura atas peluncuran bukunya tentang investasi di Sulteng.

Menurut Menteri Bahlil Lahadalia Covid-19 belum berakhir termasuk di Indonesia yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi minus.

“Pada awalnya Covid-19 menyangkut persoalan kesehatan selanjutnya ekonomi dan sosial. Hanya lima negara besar yang penurunan kasus covid-19 cukup cepat yakni cina, India, Indonesia, Taiwan dan Japan.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 sudah mulai membaik, 7,21 persen dengan kontribusi terbesar konsumsi dan investasi sebesar 7-8 persen,” katnya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas