Home Sulteng Sulteng Masih Butuh Bantuan Pendonor

Sulteng Masih Butuh Bantuan Pendonor

0
PANTAU BANTUAN - Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir (kanan) saat menerima tim dari UNDP di kediamannya di Palu, Sabtu 4 Desember 2021. Kedatangan tim dari UNDP itu untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek rehab dan rekon di Sulteng. (Foto: Admin Pimpinan)
  • UNDP Evaluasi Rehab dan Rekon Pasca Bencana

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) masih berharap dukungan bantuan pendonor untuk mempercepat pemulihan pasca bencana di empat daerah— Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Hal itu antara lain dikemukakan Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir saat menerima kunjungan pihak United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia di kediamannya di Palu, Sabtu 4 Desember 2021.

“Dukungan dan bantuan lembaga donor dan bantuan semua pihak secara kalaborasi melalui Bank Pembangunan Jerman dan UNDP  untuk dapat mempercepat peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulteng,” kata Wagub.

Dua tamu Wagub itu adalah: Head of Division Urban Development and Mobility East Asia Burkhard Hinz bersama Deputy Representative  UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze. Pada pertemuan itu, Wagub didampingi Prof Patta Tope selaku konsultan UNDP. Hadir pula jajaran pelaksana proyek rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sulteng 28 September 2018.

Kunjungan UNDP itu ke Palu, bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan rehab dan rekon pasca bencana di Sulteng. Evaluasi difokuskan pada kegiatan yang didanai Bank Pembangunan Jerman (KFW) sebagai pelaksana UNDP Co Indonesia.

Seperti diketahui, UNDP melalui KFW menyalurkan bantuan dana sebesar EUR 25 juta atau setara 28 juta dolar lebih. Dana itu untuk membiayai rehabilitasi dampak bencana di Sulteng dan NTB dengan skema 60 persen untuk Sulteng dan 40 persen untuk NTB.

Rehab dan rekon ditujukan kepada infrastruktur layanan dasar publik, dengan kerusakan kritis dengan mempertimbangkan kebutuhan secara gender, dan rehabilitasi infrastruktur ekonomi masyarakat untuk pemulihan mata pencaharian.

Di Sulteng terdapat sebanyak 31 proyek rehab dan rekon dampak bencana yang didanai Bank Pembangunan Jerman (KFW).

Antara lain: rehab rekon RS Anutapura, RS Torabelo dan Puskesmas Kulawi, dan Puskesmas Malei. Sedangkan untuk bidang pendidikan meliputi 21 proyek. Tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Kota Palu. Selanjutnya pembangunan infrastruktur TPA di Kota Palu, Donggala dan proyek pengembangan sosial ekonomi.

Sophie Kemkhadze mengaku bangga dan hormat kepada masyarakat Sulawesi Tengah, walaupun diterpa bencana alam dan bencana Covid-19 , tetapi mampu bangkit dan terus berusaha untuk keluar dari masalah yang ada, sehingga Sulawesi Tengah dapat mengalami pertumbuhan yang positif sesuai dengan penyampaian Wagub.

Sophie juga menyampaikan rasa bangga kepada gubernur dan jajarannya yang sudah bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan kemanuasiaan UNDP, dan hasilnya sudah dirasakan masyarakat dan sementara kegiatan sementara berjalan.

Sophie juga menyampaikan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tengah agar betul-betul pulih dari keterpurukan akibat bencana yang terjadi.

Hal senada juga dikemukakan Burkhard Hinz. Ia mengaku terharu atas penerimaan bantuan yang diberikan melalui Bank Pembangunan Jerman yang dilaksanakan UNDP.

“Anggaran yang dialokasikan masih tersedia sehingga diharapkan kerjasama dan dukungan pemerintah daerah agar proyek kemanusiaan dapat ditingkatkan terus agar masyarakat terdampak dapat kembali pulih, termasuk untuk Pembangunan TPA Sampah di Palu dan Donggala,” katanya.

Wagub Ma’mun mengatakan, kondisi fiskal Sulawesi Tengah sangat terbatas untuk percepatan pemulihan dampak bencana. Pemerintah sudah berusaha untuk memberikan dorongan untuk percepatan pemulihan dampak bencana Sulawesi Tengah untuk pembebasan tanah lokasi pembangunan hunian tetap yang kami anggap sudah sangat terlambat, sehingga pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp61,8 miliar, untuk kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu. (din/*)

NO COMMENTS

Ayo tulis komentar cerdas Cancel reply

Exit mobile version