BERI KETERANGAN - Gubernur Sulteng, H Rusdy Matura dalam suatu kesempatan. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Matura kembali meminta semua pihak untuk terus meningkatkan penanganan dan penanggulangan Covid-19, terutama menjelang Natal dan tahun baru 2022 (Nataru).

Gubernur Rusdy dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi, Sabtu 4 Desember 2021, mengatakan, skema penanganan Covid-19 jelang Nataru tetap berdasarkan pada ketentuan secara nasional.

“Kita ketahui bahwa pemerintah pusat melalui intruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona -19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022,” kata gubernur.

Untuk melaksanakan ketentuan tersebut Gubernur Sulteng sudah mengeluarkan instruksi kepada Bupati dan Walikota, berupa Instruksi Nomor 443/416/Satgas Covid -19 /2021, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dalam instruksi tersebut, agar bupati dan wali kota kembali mengaktifkan fungsi Satgas Penanganan Covid sampai pada tingkat desa.

“Dalam instruksi tersebut satgas harus memastikan mematuhi Protokol Kesehatan 5 M,” kata gubernur.

Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan melakukan pengetatan arus pelaku perjalanan. Termasuk memastikan dan melakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan pada 3 tempat yaitu: Gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah; tempat perbelanjaan; dan tempat wisata lokal.

Dalam instruksi itu gubernur juga meminta agar PNS, TNI dan Polri, serta pegawai BUMN dilarang mengambil cuti. Pekerja dan buruh diimbau untuk menunda mengambil cuti.

“Penanganan dan penanggulangan Covid diberlakukan ketentuan PPKM Level 3 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022,” kata gubernur.

Gubernur akan terus memastikan regulasi tersebut berjalan baik di wilayah Sulawesi Tengah melalui komunikasi gubernur secara langsung kepada bupati dan walikota.

Kepada masyarakat, gubernur berharap agar lebih taat dan patuhi melaksanakan protokol kesehatan dan mensukseskan vaksin. Karena sampai dengan saat ini dan sampai waktu yang belum ada kepastian bahwa ancaman penularan Covid-19 dengan varian-varian yang telah dirilis secara Nasional dan Internasional ada yang baru dan yang sudah ada belum bisa dipastikan sudah tidak ada.

“Olehnya kesadaran semua masyarakat yang paling utama dan paling sangat strategis dalam penanggulangan Covid-19. Ayo jaga kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat. Kita bersama bisa,” pungkas gubernur.

Sebelumnya, Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Heho telah meminta warga di daerahnya agar menaati Prokes pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 dalam menjelang hingga pascaperayaan Natal tahun 2021.

“Sebagai wujud kasih kepada sesama, mari kita taati dan terapkan Prokes ketat karena dengan tidak menularkan Covid-19 berarti kita benar-benar mengasihi sesama,” katanya.

Ia tidak ingin sukacita dan hikmatnya perayaan Natal dan tahun baru nanti Morut justru membawa petaka dengan penularan Covid-19 hanya karena warga tidak taat menerapkan prokes, padahal saat ini Morut berhasil menihilkan kasus aktif Covid-19.

“Hal tersebut juga sangat penting dilakukan agar Morut terlindung dari paparan Covid-19. Apalagi dari varian Omicron yang cukup berbahaya yang sewaktu-waktu dapat menyebar di daerah itu,” ujarnya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas