Kaleb Tokii. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Umat Kristiani kali kedua merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19. Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Kaleb Tokii, mengimbau perayaan Natal 2021 harus mengacu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah masing-masing.

“Karena kita dengar akan diterapkan PPKM Level 3, maka gereja-gereja harus menyesuaikan. Kita harus mengikuti imbauan pemerintah terkait pemberlakukan level 3,” ucap Kaleb, Kamis 2 Desember 2021.

Diketahui, PPKM Level 3 diatur melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Ketentuan tersebut berlaku selama periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru) yaitu mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022. Pemerintah melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru, baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Kaleb mengatakan perayaan Natal secara tatap muka tetap dimungkinan dengan catatan harus disesuaikan jumlah jemaat yang hadir dengan kapasitas Gereja. Kemudian, pengurus Gereja harus secara ketat memberlakukan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Perayaan Natal harus tetap menerapkan prokes secara ketat, mulai mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kita berharap pengurus Gereja dan jemaat harus patuh,” ujar Kaleb.

Dia mengingatkan jangan sampai ada lagi penularan virus corona, khususnya varian baru Covid-19 Omicron. Meski belum ditemukan di Sulteng, Covid-19 Omicron harus diantisipasi.

“Intinya Gereja-gereja harus menyesuaikan aturan yang berlaku terkait PPKM karena memang untuk keselamatan kita semua,” tutur Kaleb.

Kaleb mengharapkan dengan perayaan Natal tahun bisa semakin menguatkan kebersamaan umat dalam memutus penyebaran Covid-19. Hal ini penting diwujudkan karena pandemi telah mengakibatkan banyak korban jiwa.

“Dan kita berharap dengan adanya damai Natal akan membuat Gereja-gereja dan umat bergama memiliki yang disebut moderasi beragama,” pungkas Kaleb.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas