Chaerul Anam. (Foto: Dok)

Oleh: Chaerul Anam

Aku melihatmu kawan
Dari kejauhan
Betapa engkau berusaha pertahankan
Kekuasaan
Engkau.memeluknya sangat erat
dengan berbagai cara
Engkau kadang kadang pura pura sakit
Engkau rela badanmu di perban
Engkau diselimuti agar tidak tersorot kamera

Lihatlah teman temanmu
Lihatlah rakyat di negeri.ini
Tampaknya mereka tak prihatin
Sedikit pun, atas.musibah yang.menimpamu

Aku baru saja pulang dari daerah berbeda
Satunya dari ibu.Kota Propinsi di Kalimantan
Satunya lagi dari pelosok Sulawesi Barat
Mereka.mendiskusikan berita tentangmu
Mereka sama sekali tak prihatin sedikitpun
Padahal engkau adalah salah seorang penguasa di negeri ini

Kekuasaan sebaiknya mengalah
Pada martabat diri.
Nafsu kekuasaan tidak akan mampu
Kalahkan orang orang yang menjaga.martabatnya.

Pikiranku berlari ke masa lalu
ketika partaimu masih sangat kuat
Banyak guru guru sekolah dasar di Sulbar
Guru guru yang mengabdi untuk mencerdaskan
Anak bangsa, yang rela berjalan mendaki gunung dan telusuri teriknya matahari disepanjang pantai
dengan gaji yang tidak menentu kapan diterimanya.
Partaimu menebas hak hak mereka
Atas nama MONOLOYALITAS
padahal mereka orang orang berkualitas

Wahai kawan,
Janganlah pertuhankan kekuasaan
Karena kekuasaan akan memperbudakmu
Mari kita jaga martabat
Bangsa ini….

Wallahu A’lam bissawab

Palu, Jum’at, 24 November 2017

Chaerul Anam adalah Dosen Jurusan IESP FEB UNTAD, Aktif mempublikasikan tulisan tulisannya baik di Jurnal Ilmiah, Artikel Populer, maupun puisi puisinya di berbagai media.

Ayo tulis komentar cerdas