H Arifin. (Foto: Ist)
  • PPIU Masih Tunggu Regulasi Umrah

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin mengungkapkan, sesuai data yang terlapor baru satu Calon Jemaah Haji (CJH) mengajukan pembatalan.

“Jemaah lansia yang batal karena meninggal dunia, ketika mau digantikan kepada keluarganya ternyata anaknya tidak masuk lansia, sehingga harus menunggu sesuai porsinya selama tujuh tahun lagi. Maka anaknya ajukan pembatalan. Kami juga sudah mengembalikan dananya yang sudah lunas kepada keluarga tersebut,” kata Arifin, melalui ponselnya, Jumat, 3 Desember 2021.

Arifin mengaku, untuk saat ini belum ada persiapan terkait penyelenggaraan haji, persiapan itu biasanya di awal-awal tahun, Januari-Februari ketika sudah ada jadwal dari pusat.

“Kita berharap umrah ini sudah bisa jalan, walaupun sudah dibuka penerbangan ke Arab Saudi, tetapi kita menunggu regulasi umrah. Terkait dengan SOP pelaksanaan ibadah umrah, misalnya berapa standar biaya penyelenggaraan umrah, kemudian ketentuan umrah dalam masa pandemi,” ujarnya.

Olehnya itu, kata Arifin, walaupun Arab Saudi sudah membuka jalur penerbangan, tetapi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) belum dapat memberangkatkan jemaahnya, sebab harus ada SOP itu dulu, sehingga bisa menjadi patokan untuk pelaksanaan umrah.

“Yang jelas untuk juknis penyelenggaraan umrah hingga saat ini belum ada, sehingga kami berharap aturan ini bisa secepatnya keluar, agar PPIU sudah dapat menetapkan berapa besaran biaya umrah nantinya,” ungkapnya.

Arifin mengatakan, jika sudah ada Juknis-nya, PPIU pasti akan mengumpulkan biaya umrah di atas dari standar yang ditetapkan Kemenag, karena Kemenag itu diatur sebelum menetapkan biaya umrah minimal Rp20 juta.

“Namun saat ini masa pandemi, pasti biaya umrah berbeda ditetapkan PPIU, sehingga misalnya pemerintah menetapkan biaya umrah Rp30 juta, tinggal PPIU tambah sebesar Rp4 atau Rp5 juta, tambahan itu bagian dari layanan mereka,” katanya.

Arifin berharap, para jemaah haji yang sudah tertunda dua tahun ini agar tetap bersabar dan mempermantap manasiknya, kemudian yang terpenting menjaga kesehatan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas