SEMINAR - Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara bersama tim IPB Bogor menggelar seminar di Kantor Bapelitbangda Morut di Kolonodale, Senin (29/11/2021). (Foto: Istimewa)

Morut, Metrosulawesi.id – Pemerintah daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut) kini sedang fokus untuk memetakan potensi wilayah khususnya di sektor pertanian demi kesejahteraan petani.

Untuk pemetaan potensi wilayah tersebut, Pemda Morut menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kini tim dari IPB dipimpin Dr. Ir. Darmawan, M.Sc, sedang berada di Morut.

Dalam MoU (Memorandum of Understanding) itu disebutkan kerjasama itu meliputi penyusunan dokumen kajian potensi wilayah di Kabupaten Morowali Utara dalam pengembangan pertanian, perikanan budidaya, dan peternakan.

Sebagai langkah strategis untuk pemetaan potensi wilayah, Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara bersama tim IPB Bogor menggelar seminar di Kantor Bapelitbangda Morut di Kolonodale, Senin (29/11).

Selain Bupati Morut Delis Julkarson Hehi, hadir pula sejumlah pimpinan OPD terkait dan peneliti dari IPB Bogor.

Dalam sambutannya, Bupati Delis mengemukakan selama ini ada berapa hal prinsip yang dihadapi petani di Morut. Pertama, mereka bingung mau tanam apa. Biasanya cuma dengar-dengar kabar burung ini bagus ditanam.

Kedua, bingung cara menanam yang benar, ketiga kesulitan permodalan dan dukungan peralatan. Dan keempat, bingung mau jual kemana karena tidak jelas akses pasar.

“Ini empat persoalan utama petani kita. Jadi sulit bagi kita jika persoalan ini tidak dijawab. Jangan mimpi bisa meningkatkan kesejahteraan petani kalau masalah pokok ini kita tidak selesaikan,” ujar bupati.

Ia menegaskan, untuk mengetahui apa yang tepat ditanam, maka cara yang paling tepat adalah mengadakan pemetaan dan penelitian tentang tanah, kesuburan, lalu wilayah ini cocok tanaman apa.

Langkah selanjutnya tugas Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tanaman apa yang cocok di daerahnya berdasarkan kajian ilmiah.

Menurutnya, tugas pemerintah daerah menentukan komoditas yang tepat, mendukung permodalan dan peralatan yang memadai, petani tinggal melaksanakannya.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga mengungkapkan berdasarkan hasil percakapan dengan tim ahli dan melihat potensi pasar, maka terdapat dua komoditas yang bisa jadi komoditas unggulan di daerah ini yakni nilam dan jagung. 

“Sudah siap bapak angkat. Saya juga sudah bertemu dengan investor pabrik pakan. Dua komoditas ini sangat prospektif,” jelasnya.

Ia berharap investor tidak hanya membangun pabrik pakan, tetapi juga menjadikan Morut sebagai pusat pengembangan bibit ayam di Sulawesi.

“Kenapa kita serius mengembangkan pertanian? Karena Morut hari ini didatangi para investor terutama industri pertambangan,” ujarnya.

Bupati menambahkan, perusahaan pertambangan tersebut membangun smelter dimana-mana. Tapi pertanyaannya apakah semua warga Morut terlibat pada industri pertambangan tersebut? jawabannya tidak semua.

Ditegaskan, petani dan nelayan harus menikmati hadirnya industri raksasa itu. Jangan sampai mereka semakin miskin. kalau inflasi naik tetapi penghasilan petani tetap, maka mereka akan semakin miskin.

Bupati menyatakan sudah minta ke Pertanian dan Perikanan untuk fokus pada pengembangan budidaya, untuk kelompok tani dan nelayan yang berdampak langsung pada hasil.

“Makanya penyuluh lapangan ke depan sangat penting peranannya, terutama Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Harus tau betul apa itu jagung dan nilam,” tegasnya.

Agar pengembangan komoditas unggulan ini berhasil, maka penyuluh jagung harus paham betul mulai dari pembibitan, penyakitnya, sampai pasca panen. Begitu juga penyuluh nilam. Jangan sebaliknya penyuluh yang berguru ke petani.

Terkait harga di pasaran, Bupati mengemukakan dalam percakapannya dengan beberapa investor, ia minta agar ada kontrak harga dengan petani. Hal ini dimaksudkan agar ada kepastian harga termasuk jika sedang panen raya. 

“Tujuan pemetaan potensi wilayah ini adalah kita ingin meningkatkan kesejahteraan petani. Mari kita pikirkan bersama-sama apa yang menguntungkan dan berdampak langsung untuk kesejahteraan petani,” jelasnya lagi.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas