Aziz Rauf. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Proses pembahasan APBD tahun 2022 masih berlangsung. Pada paripurna Selasa 30 November 2021, Banggar meminta perpanjangan waktu selama lima hari kerja.

Permintaan perpanjangan waktu kerja disebabkan banyaknya program tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Lebih banyak bangun gedung, dari pada infrastruktur jalan, makanya banyak yang kita coret, dananya dialihkan ke program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Wakil Ketua II DPRD Donggala, Aziz Rauf.

“Bangunan gedung yang diajukan Dinas PU semua kita coret, termasuk rehab kantor Pengadilan Negeri,” sebutnya lagi.

Selain itu, kata Aziz pembangunan kebun binatang, rumah dinas ajudan dan supir bupati dicoret, serta permintaan pengadaan mobil untuk Kadis dan Sekdis PU ditiadakan.

“Semua kita coret, dananya kita alihkan ke program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota Banggar DPRD Donggala, Abu Bakar Aljufri juga mengomentari keinginan pemda membangun kebun binatang di seputaran Anjungan Gonenggati.

“Urus manusia saja tidak beres, mau  binatang lagi diurus, tingkat kemiskinan kita sangat tinggi, kita ini masih miskin, kalau banyak uang tidak apa bikin saja, harusnya program bersentuhan dengan masyarakat misalnya penanganan banjir ROB di Dusun Simbe Desa Towale Kecamatan Banawa Tengah itu yang penting,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas