LAMBAN - Lokasi pembangunan Mesjid Agung Palu yang terkesan lamban, saat ini hanya telihat galian lubang besar yang sudah terisi air, serta tumpukan material yang sudah ditumbuhi rumput, foto diambil pada Selasa, 23 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Desember Finalisasinya

Palu, Metrosulawesi.id – Proyek pembangunan ulang Masjid Raya Agung Darussalam yang terletak di antara Jalan Jaelangkara dan Jalan Bantilan, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah masih tertahan di proses pembongkaran utuh bangunan.

Masjid seluas 2.500 meter per segi dan terbesar di ibu kota Sulteng itu dibongkar tak bersisa sejak April 2020 lalu. Kemudian pihak pengelola masjid yaitu Yayasan Masjid Agung membangun masjid cadangan yang berdekatan dengan titik masjid utama. Banyak warga berasumsi upaya pembangunan Masjid Agung dengan wajah serba baru itu bergerak lamban.

Terkait hal itu, pihak Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng, sebagai instansi yang ditugaskan membangun gedung suci itu masih jalan di tahap desain.

Kepala Dinas (Kadis) Cikasda Sulteng, Abdul Razak, mengungkapkan, tahapan itu memakan waktu cukup lama. bahkan telah dilakukan sejak 2020 lalu.

“Pelelangan (tahap desain) yang lama sekali sampai diundur-undur tempo hari dulu. Saya juga tidak tahu apa masalahnya,” ungkap Razak kepada Jurnalis Metrosulawesi, Jumat, 26 November 2021.

Kata dia, kendala itu berbuntut pada molornya jadwal kesepakatan kontrak tahap sketsa gedung itu yang dimulai September 2021, sementara tenggat waktu kontrak tahap itu berakhir pada 28 Desember 2021.

Namun Razak menekankan molornya tahapan desain itu tak terlalu mempengaruhi penyesuaian jadwal fase tersebut.

“Sesuai ini. Masih sesuai jadwal perencanaan. Dan saya yakin bisa selesai sebelum masa akhir kontrak 28 Desember itu,” akunya. Di samping itu, tahapan desain menyerap anggaran sekitar Rp2 miliar.

Lebih jauh Razak menerangkan, pada 30 November mendatang akan digelar laporan antara untuk tahap desain atau diartikan sebagai langkah perincian dan penentuan desain.

“Sudah ada desainnya itu, tetapi harus dilakukan laporan antara dulu. Didiskusikan dan diperbaiki ulang berdasarkan hasil diskusi baru di-final kan di Desember nanti,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas