Wakil Ketua DPP Partai NasDem, Ahmad M Ali. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Ahmad Ali Apresiasi Penanganan Covid di Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPR RI, H Ahmad Ali, mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19, yang telah melandai dalam beberapa pekan terakhir, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan dalam suatu kegiatan di Kota Palu, Kamis 25 November malam.

“Covid melandai tentunya suatu capaian yang harus diapresiasi, tapi kita harap masyarakat jangan lupa diri, karena sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman baru,” ucap Ali.

Dia mengatakan dengan terkendalinya Covid-19, kini saatnya pemerintah mulai tingkat pusat hingga daerah mulai fokus untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Pasalnya, setahun lebih pandemi melanda, sektor ekonomi menjadi salah satu terpukul.

“Kita berharap sektor ekonomi akan kembali bergeliat dengan pandemi yang telah terkendali,” ujar Anggota DPR RI Dapil Sulteng itu.

Secara spesifik dikatakan pemulihan ekonomi bisa dilakukan dengan mengucurkan stimulus kepada pelaku usaha dan UMKM di daerah. Dengan begitu diyakini akan kembali menggeliatkan usaha-usaha masyarakat.

Selain itu, harus ada terobosan-terobosan dari pemerintah, salah satunya terus menggenjot pembukaan lowongan kerja baru. Sulawesi Tengah yang dikenal dengan raksasa sektor industri dan pertambangan sangat memungkinkan untuk merekrut banyak tenaga kerja.

“Tentunya juga disamping menciptakan lapangan pekerjaan, juga menyiapkan pasar,” tutur Ali.

Ali mengaku optimistis dengan program pemerintah yang ada saat ini juga mampu menggeliatkan kembali roda perekonomian. Ini bisa dibuktikan dengan Sulteng yang tercatat salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di tengah pandemi Covid-19.

“Secara nasional, Sulawesi Tengah salah satu daerah yang memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi positif. Tapi tentu harus dilihat pertumbuhan itu perspektif secara makro atau kemudian hanya tertumpu pada satu daerah. Jangan nanti pertumbuhan ekonomi terjadi anomali,” urai Wakil Ketua Umum Partai NasDem.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang positif harus merata di semua wilayah dalam suatu daerah. Olehnya pemerintah daerah harus melirik semua sektor yang bisa menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi.

“Kita mau pertumbuhan ekonomi merata. Artinya, ada kegiatan ekonomi di daerah-daerah yang kemudian bisa memberikan kontribusi pemerataan secara keseluruhan,” tandas Ahmad Ali.

Masih terkait dengan pertumbuhan ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pencapaian target pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada efektivitas langkah-langkah pengendalian pandemi.

“Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi untuk memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif,” kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta, Jumat 26 November 2021.

Ia memastikan berbagai strategi akan diupayakan pemerintah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang mulai terjadi pada 2021 termasuk mendorong vaksinasi dan mengoptimalkan protokol kesehatan.

“Penguatan di hulu akan dilakukan melalui percepatan vaksinasi, peningkatan testing dan tracing, serta pengendalian mobilitas masyarakat melalui pembatasan kegiatan (PPKM) dan peningkatan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Menurut dia, percepatan program vaksinasi itu akan bisa menciptakan herd immunity secara nasional serta berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Dengan membaiknya kondisi internal, yang diiringi oleh pemulihan permintaan global serta surplus neraca perdagangan selama 18 bulan berturut-turut, maka fundamental ekonomi akan terus terjaga.

Tidak hanya itu, menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga akan terjadi melalui berbagai upaya transformasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan sosial serta keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan memperluas kemudahan dalam bidang penanaman modal dengan membuka 246 bidang usaha prioritas untuk investasi yang disertai insentif fiskal maupun nonfiskal.

Bidang usaha yang menjadi prioritas itu terutama industri yang berorientasi ekspor dan berteknologi tinggi, mengingat keduanya merupakan mesin pertumbuhan bagi perekonomian Indonesia.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan strategis yang signifikan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional dan mempercepat reformasi struktural. Lebih banyak kebijakan akan datang. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebangkitan ekonomi Indonesia dari pandemi,” kata Airlangga. (mic/ant)

Ayo tulis komentar cerdas