TES KESAMAPTAAN - Tampak peserta CPNS Kemenkumham Sulteng formasi sipir mengikuti tes SKB atau kesamaptaan, Rabu 24 November 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sulteng melanjutkan rangkaian rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021 formasi sipir/penjaga tahanan dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) atau kesamaptaan, Rabu 24 November 2021.

SKB diikuti ratusan peserta yang dinyatakan lolos dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui Computer Assisted Test (CAT) di Universitas Tadulako (Untad) pada September lalu. Para calon tunas pengayoman yang lulus SKD di tahapan sebelumnya, harus berjuang menunjukkan kemampuan fisik melalui tes kesamaptaan.

Serangkaian tes  kesamaptaan seperti lari, sit up, dan seterusnya. Melalui tes ini, panitia akan mengetahui kondisi fisik dari peserta yang diperlukan untuk menunjang pekerjaannya sebagai penjaga tahanan. Standar dan perhitungan seleksi mengikuti kriteria yang biasa digunakan oleh Kepolisian.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, menerangkan pelaksanaan tes SKB menggandeng tim seleksi dari Kepolisian dalam hal ini Brimob Polda Sulteng. Tujuannya menjaga transparansi dan profesionalisme serta menjaga agar tidak adanya KKN dalam pelaksanaan seleksi.

“Pelaksanaan SKB juga dipantau langsung panitia pusat melalui Biro Kepegawaian Kemenkumham RI,” terangnya.

Lilik berharap peserta agar melewati tiap tahapan seleksi dengan maksimal namun harus menyesuaikan kemampuan. Ini diingatkan agar tidak terjadi kecelakaan fisik dan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pastikan bahwa adik – adik mampu menyelesaikan semua item dalam seleksi ini, memang ini tantangan jika ingin menjadi pelaksana tugas di Lapas/Rutan. Test ini harus dilewati, karena kita membutuhkan sosok petugas yang memiliki kecakapan fisik. Jadi optimalkan dan maksimalkan sesuai kemampuan anda,” ujar Lilik.

Dia juag mengingatkan agar peserta seleksi memeriksa kembali hitungan ataupun jumlah per item tes, dan melakukan paraf setiap item seleksi SKB, agar nantinya tidak ada komplain lagi saat selesai mengikuti tes.

“Apabila dalam hasil nanti, anda merasa dirugikan atau kesalahan hitungan, sampaikan saat pelaksanaan ini. Jangan adik – adik sudah di luar sana baru melakukan komplain, karena bukti ucapan, tulisan, dari penghitungan itu ada di detik anda menyampaikan. Nanti ada paraf, yang artinya anda telah menyetujui persamaan data hitungan dengan hitungan dari panitia,” tandas Kakanwil.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas