KUMPUL JURNALIS - Kepala OJK Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar saat menyampaikan sambutan di kegiatan Kumpul Jurnalis 2021 di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu 24 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Tentena, Metrosulawesi.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar menyebut Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kerugian yang masif terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Kumpul Jurnalis Sulawesi Tengah 2021 di Tentena, Kabupaten Poso. Kegiatan bertema Kolaborasi dan Sinergi Mewujudkan Kesejahteraan Sulawesi Tengah itu berlangsung 24-25 November 2021.

Dia mengemukakan, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

“Menindaklanjuti Perpu tersebut, OJK merespons dengan cepat melalui penerbitan POJK No.11/2020 tentang Stimulus Perekonomian Sektor Perbankan dan POJK No.14/2020 tentang Stimulus Perekonomian Sektor  Industri Keuangan Non Bank (IKNB),” sebutnya.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong kinerja Lembaga Jasa Keuangan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberian perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan debitur yang terdampak Covid-19 termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gamal Abdul Kahar menguraikan sampai dengan Juli 2021, restrukturisasi telah diberikan bank umum sebanyak 38.709 debitur dengan nilai Rp2,58 triliun.

Kemudian BPR sebanyak 82 debitur dengan nilai Rp7,5 miliar, perusahaan pembiayaan sebanyak 71.193 debitur dengan nilai Rp2,6 triliun dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya sebanyak 744 debitur dengan nilai Rp28,4 miliar.

โ€œTren permintaan restrukturisasi sampai dengan saat ini relatif melandai karena perekonomian sedang dalam track pemulihan, kebijakan pembatasan sosial telah dilonggarkan, dan risiko penyebaran virus menurun secara signifikan,” tandasnya.

Selain itu, berbagai kebijakan stimulus perekonomian pemerintah, OJK, dan Bank Indonesia dinilai cukup efektif mendorong pemulihan, antara lain program relaksasi pajak UMKM, insentif pajak properti, insentif pajak kendaraan bermotor, penempatan dana PEN pada perbankan, program subsidi bunga, penjaminan UMKM, bantuan sosial dan lain sebagainya.

POJK 17/2021 merupakan kebijakan stimulus perekonomian OJK terkini yang mengatur pemberian perpanjangan keringanan kredit/pembiayaan sampai dengan 31 Maret 2023.

“Perpanjangan dimaksud diberikan untuk menjaga momentum stabilitas kinerja debitur dan indikator keuangan LJK, mendorong perekonomian, dan menjamin kepastian LJK dan pelaku usaha korporasi menyusun rencana kerja 2022.”

Lebih jauh, ujar Gamal, periode bulan September 2021 OJK mencatat peningkatan kinerja perbankan  di Provinsi Sulawesi Tengah.

OJK mencatat aset perbankan sebesar Rp48,49 triliun atau meningkat 9,09% secara year on year, Kredit Rp35,37 triliun atau meningkat sebesar 15,46% secara year on year, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp27,53 triliun atau meningkat 5,29% secara year on year dan NPL (kredit bermasalah) terpantau stabil di angka 2,64%.

Sementara piutang perusahaan pembiayaan tercatat Rp3,87 trilun atau meningkat 26,26% secara year on year dengan NPF yang cukup stabil di angka 2,11%.

“Selain peningkatan kinerja dimaksud, OJK mencatat sektor Perasuransian di Provinsi Sulawesi Tengah masih mengalami tekanan pasca pandemi dengan pencapaian kinerja, yakni Premi asuransi umum tercatat sebesar Rp129 miliar, menurun 18,34% secara year on year,” katanya.

Sementara klaim asuransi tercatat sebesar Rp44,63 miliar menurun 30,47% secara year on year, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp324 miliar, meningkat 10,24% secara year on year. Sedangkan klaim tercatat sebesar Rp278 miliar meningkat 16,67% secara year on year. OJK sendiri memproyeksi tren peningkatan kinerja Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah masih akan berlanjut seiring dengan perbaikan ekonomi masyarakat akibat kebijakan stimulus perekonomian yang masih berlanjut.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas