Faridah Lamarauna. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Panitia seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulteng Periode 2021-2024, memajukan tahapan uji kelayakan dan kepatutan dari yang sebelumnya dijadwalkan 20-22 Desember 2021.

Ketua Panitia Seleksi, Hj Faridah Lamarauna, menerangkan uji kelayakan dan kepatutan kini terjadwal hanya satu hari pada Senin 29 November 2021. Ini menyesuaikan agenda anggota DPRD Sulteng selaku pelaksana uji kelayakan.

“Anggota DPRD Sulteng akan melakukan reses sehingga uji kelayakan harus dimajukan. Untuk kepastian jadwal akan disampaikan melalui surat resmi,” terang Faridah, Rabu 24 November 2021.

Dia mengatakan dengan perubahan jadwal uji kelayakan, tahapan uji publik juga digeser. Dari yang telah terjadwal 6 sampai 17 Desember 2021, menjadi 19 hingga 28 November mendatang.

“Uji publik tetap akan berlangsung selama 10 hari, hanya jadwal yang disesuaikan dengan uji kelayakan,” ujar Faridah.

Tim uji kelayakan nantinya terdiri dari 21 anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulteng. Koordinator Seleksi Faridah Lamarauna, sementara Koordinator Uji Kelayakan Hj Sri Lalusu.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi, Hj Faridah Lamarauna, meminta masyarakat memberikan saran dan masukan terhadap 21 peserta calon komisioner KPID Sulteng yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

“Misalnya ada peserta yang pernah terjerat hukum tapi tidak diketahui panitia silakan lapor melalui Panitia Seleksi Calon Anggota KPID Provinsi Sulawesi Tengah lewat email diskominfo.sulteng@gmail.com atau WA 0823 4888 6767,” ujar Faridah, Minggu 21 November 2021.

Adapun 21 peserta yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Sulteng masing-masing Zakaria, Selvi Silvana Kalangie, Yeldi S Adel, Indra A Yosvidar, Abdussalam Mathar, Muh. Fariz, Triyansyah A Sanudin, Andi Kaimuddin, Irzha Friskanov S, Muhammad Wahid, Moh Farid Chair, Ricky Yuliam, Muhammad Ramadhan Tahir, Rini Christina, Moh. Arafah, Ilham, Sitti Dahlia, Hayrul Gatti R, Andi Arianza, Abdullah (petahana) dan Nurdiana Lembah (petahana).

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas