DI PELABUHAN LEWOLEBA - Tim eksekutor Kejati Sulteng dan Kejari Poso saat berada di Pelabuhan Lewoleba NTT, untuk mengamankan kapal hasil kejahatan tipikor penyertaan modal perusda Morowali tahun 2007. (Foto: Istimewa)
  • Hasil Korupsi Penyertaan Modal Perusda Morowali Tahun 2007

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama-sama jaksa eksekutor Kejari Poso berhasil mengamankan kemudian menyita kapal KM. Sinar Tobako, di Pelabuhan Lewoleba NTT, Selasa, 23 November 2021.

Kapal tersebut merupakan bukti hasil kejahatan tindak pidana korupsi Penyertaan Modal terhadap Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Morowali, Tahun 2007.

Tim Eksekutor Kejati Sulteng yang turun melakukan pengamanan kapal tersebut, dipimpin Kasi Eksekusi M.Nur Eka Firdaus. SH bersama Koordinator Pidsus. M. Akbar Yahya. SH.MH.

Kepala Seksi (Kasi) Eksekusi Kejati Sulteng, M.Nur Eka Firdaus mengatakan, kapal tersebut oleh terpidana H. Khoironi F Cadda dibawa kabur ke Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan telah diganti nama menjadi Lembata Labalekan Explorer.

“Khoironi F Cadda merupakan terpidana dalam kasus Korupsi Penyertaan Modal di Perusahaan Daerah (Perusda) kabupaten Morowali, untuk pengadaan kapal, yang merugikan negara sebesar Rp4,5 miliar,” katanya.

Ia menguraikan, untuk terpidana H Khoironi F Cadda sendiri telah di tangkap di Samarinda dan telah dilakukan penahanan di Lapas Palu guna menjalankan pidana penjara berdasarkan surat putusan MA No. 1212 K/PID.SUS/2015, tanggal 13 April 2016.

“Dalam putusan kasasi MA, Khoirini F Cadda divonis 5 tahun penjara, membayar denda Rp200 juta, subsider 4 bulan kurungan,” sebutnya.

Dengan ditemukan dan diamankannya kapal tersebut Kejati Sulteng dengan dibantu Kejati NTT dan Kejari Lembata dapat menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 4.5 milyar.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas